Urim Dan Tumim Di Masa Kini




Sabtu, 1 Pebruari 2020

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 7-9

Imamat 8:8 (TB)  Dikenakannyalah tutup dada kepadanya dan dibubuhnya di dalam tutup dada itu Urim dan Tumim.

Imam Harun mengenakan baju efod (baju imam) dengan penutup dada yang ditempel dengan 12 batu permata yaitu lambang 12 suku Israel, di mana Harun sebagai imam besar menjadi pengantara mereka di hadapan Allah.
Pada penutup dada tersebut seorang imam besar bisa menyimpan batu Urim dan Tumim. Jadi penutup dada ini juga memiliki sebuah fungsi seperti kantong bagi imam besar. Batu Urim dan Tumim sendiri merupakan sebuah alat bantu yang Tuhan gunakan untuk menyampaikan keputusan-Nya. 
Apa arti keimaman Harun serta Urim dan Tumim dalam kekristenan masa kini?

1. Orang percaya adalah imamat yang rajani.
1 Petrus 2:9 (TB)  Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Orang percaya di Perjanjian Baru tidak bisa mewakilkan dirinya kepada seorang imam dalam ibadah, sebab Tuhan menyatakan bahwa orang percaya adalah imamat yang rajani. Artinya bahwa orang percaya menjadi iman / perantara bagi diri sendiri dan orang lain, di samping itu menerima otoritas rajani yaitu memerintah dan mengelola bumi (Kej 1:28). Contoh konkrit misalnya ketika seorang Kristen jatuh dalam dosa, maka tidak lagi mewakilkan kepada orang lain (imam) untuk memintakan pengampunan dari Tuhan. Ia langsung bisa datang kepada Tuhan dengan pertobatan dan meminta pengampunan-Nya dalam nama Tuhan Yesus.

2. Hati nurani adalah "Urim dan Tumim" di masa kini.
Bagi imam Harun, Urim dan Tumim adalah batu undi dari Tuhan yang menjadi alat bantu untuk memutuskan suatu perkara atau pewahyuan dari Tuhan.
Tetapi di masa kini, Tuhan memakai hati nurani yang dikuduskan agar kita dapat sensitif atau mengerti kehendak Tuhan.

Kisah Para Rasul 24:16 (TB)  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.
Roma 8:27 (TB)  Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Ibrani 9:14 (TB)  betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.


Pada waktu pertobatan dan lahir baru, Tuhan Yesus telah menyucikan hati nurani kita. Namun demikian adalah tugas kita untuk selalu menjaga hati nurani dalam kekudusan dengan cara mengisi dengan firman Tuhan setiap hari. Hari nurani yang suci akan dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan keputusan-Nya. Jadi orang yang hati nuraninya murni (suci) akan lebih sensitif untuk mengerti kehendak Tuhan. Kiranya pemahaman kita pagi ini tentang Urim dan Tumim, dapat diaplikasikan dengan menjaga hati nurani kita tetap kudus di hadapan Tuhan. Tuhan memberkati. Greater Blessing. (Ps.BW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages