Larangan Makan Lemak dan Darah!




Kamis, 30 Januari 2020

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1-3

Imamat 3:17 (TB)  Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

Kitab Imamat berisi tata cara persembahan korban bagi Tuhan, di antaranya korban bakaran dari lembu sapi dan kambing domba. Tetapi juga terkandung larangan makan lemak dan darah, bahkan darah segala binatang.
Imamat 3:14 (TB)  Kemudian dari kambing itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai persembahannya berupa korban api-apian bagi TUHAN,
Imamat 7:26 (TB)  Demikian juga janganlah kamu memakan darah apa pun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan.

Lemak dan darah harus dibakar, tidak boleh dimakan. Apakah tujuan larangan memakan lemak dan darah? Apakah supaya hanya umat menjadi kudus dan tidak berdosa? Lebih jauh sampai kepada perjanjian baru bahwa segala sesuatu boleh dimakan tetapi haruslah bijaksana, sebab tidak semua makanan berguna bagi kesehatan tetapi bisa juga menyebabkan sakit penyakit.
1 Korintus 10:23 (TB)  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Jadi larangan makan darah didasari karena Tuhan mengasihi umat-Nya, supaya tidak menderita sakit dan hidup dalam kesehatan ilahi.

1. Lemak dari "jeroan" menyebabkan banyak penyakit.
Dalam "jeroan" (usus, tembolok, babat, dsb) juga lemak sumsun terkandung kolesterol jahat (LDL). Kolesterol jahat berpotensi menyebabkan hipertensi, menyumbat aliran pembuluh darah di seluruh tubuh termasuk jantung dan otak. Jika sudah kronis menyebabkan stroke dan penyumbatan pembuluh jantung. Ketika dimakan memang terasa enak di lidah, tetapi bahayanya jauh lebih besar.

Demi kesehatan adalah lebih baik menghindari makanan berbahan "jeroan" atau mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh terjadi dari minyak goreng yang sudah digunakan berkali-kali, sehingga rusak "susunan rantai" sel minyaknya, akibatnya tidak dapat dicerna oleh tubuh dan mengendap dalam pembuluh darah.

2. Darah binatang adalah tempat bibit penyakit.
Imamat 17:14 (TB)  Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apa pun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.

Darah sesungguhnya bukan hanya bicara tentang nyawa, tetapi supaya kita terhindar dari bibit penyakit (kuman, virus, bakteri) yang terkandung dalam darah.
Makanan olahan dari darah di antaranya adalah "saren" bisa terkandung bibit penyakit yang berbahaya. Lebih berbahaya lagi jika makan darah segar dari binatang yang belum dimasak. Jangan tergiur bujukan orang yang mengatakan bahwa makan darah bisa menyembuhkan dan menambah kekuatan. Secara medis dan klinis makan darah terbukti berisiko mengidap banyak penyakit yang disebabkan oleh kuman, bakteri dan virus yang terkandung dalam darah.


Tuhan memberi larangan makan lemak dan darah karena mengasihi kita, supaya kita hidup dalam kesehatan ilahi. Marilah kita taat, karena jika sakit penderitaanlah yang kita tanggung. Nikmatnya sesaat tetapi sakitnya bisa sangat lama.
3 Yohanes 1:2 (TB)  Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
Jika kita sehat, Tuhan dimuliakan dengan tubuh kita dan kita bisa melayani Tuhan dalam kesehatan ilahi. Tuhan memberkati. Greater Blessing. (Ps.BW)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages