Kekristenan Yang Dinamis




Rabu, 29 Januari 2020

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 37-40

Keluaran 40:36 (TB)  Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.

Bangsa Israel dipimpin oleh TUHAN dalam wujud Tiang Awan pada waktu siang dan Tiang Api pada waktu malam. Apabila Tiang Awan atau Tiang Api bergerak maka bangsa Israel segera mencabut kemah-kemah mereka dan mengikuti ke mana TUHAN bergerak. Demikian pula pada waktu Tiang Awan atau Tiang Api berhenti, bangsa Israel segera membangun kemah-kemah mereka.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari pimpinan TUHAN tersebut adalah Kekristenan yang dinamis mengikuti pimpinan TUHAN.
Dalam KBBI kata dinamis artinya penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan sebagainya.

Bagaimana aplikasi dalam kehidupan Kekristenan saat ini?

1. Kehidupan rohani yang terus bertumbuh.
Tuhan tidak mau kehidupan rohani kita statis atau stagnan, tetapi Dia ingin kita terus bertumbuh mengenal-Nya, diubahkan menjadi seperti Dia dalam karakter ilahi. Supaya terus bertumbuh kita harus selalu bersekutu dengan Tuhan, belajar dan penuh semangat serta giat dalam pekerjaan Tuhan.

Roma 12:2 (TB)  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2. Musuh dari dinamis adalah cukup.
Ketika kita merasa sudah cukup atau puas dengan keadaan rohani kita, maka hidup rohani kita tidak lagi dinamis alias berhenti. Jangan puas dengan ibadah atau pelayanan kita sehingga kita tidak mau mencapai level yang lebih tinggi. Tidak pernah ada kata cukup untuk mengenal Tuhan secara pribadi dan melayani Dia sampai Tuhan datang yang kedua kali.

3. Menjadi pribadi yang relevan dengan dasar tradisional.
Apa maksudnya? Dasar tradisional artinya kehidupan rohani kita tetap berdasar kepada firman Tuhan atau kebenaran Alkitab. Tetapi dalam pelaksanaannya bisa mengikuti perkembangan zaman. Misal kita tidak bisa melarang jemaat ke gereja tanpa membawa Kitab Suci secara fisik, sebab mereka telah membawa Alkitab dalam bentuk aplikasi pada "smartphone". Kita tidak bisa mewajibkan jemaat ke gereja harus pakai pakaian putih dan celana berbahan halus serta melarang penggunaan pakaian berbahan jeans di gereja. Kekudusan hidup adalah tradisional yang tidak bisa ditawar tetapi "chasing" atau penampilan dapat mengikuti mode. Demikian juga dalam beberapa hal lain tentang kehidupan rohani yang relevan.

Pada akhirnya, Tuhan menghendaki kehidupan rohani kita senantiasa dinamis, mudah bergerak dalam pimpinan Tuhan. Singkirkan segala ikatan berupa dosa dan aturan yang dibuat manusia yang menghalangi pergerakan roh Allah. Jadilah orang Kristen yang dinamis dengan kehidupan rohani yang terus bertumbuh, jangan ada kata cukup untuk mengenal dan melayani Tuhan serta menjadi pribadi yang relevan dengan perkembangan zaman. Selamat beraktifitas, Greater Blessing. (Ps.BW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages