Jangan Malu Bertanya



Minggu, 21 Oktober 2018

Bacaan Alkitab Setahun: Markus 7-9

Markus 9:32 (TB)  Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Ada pepatah mengatakan, "Malu bertanya sesat di jalan." Hal ini masih terjadi dalam dunia modern. Memang dunia internet dapat menjadi salah satu jawaban atas segala pertanyaan kita, tetapi lebih baik kita memiliki seorang guru atau mentor yang dapat membimbing kita secara langsung. Sepanjang pelayanan saya, hanya beberapa jemaat yang bertanya tentang firman Tuhan, sebuah pengajaran atau pelayanan. Yang lainnya saya tidak tahu apakah mereka sudah tahu semua atau malu untuk bertanya.

Dari sejak masuk sekolah sebenarnya anak-anak telah diajarkan untuk aktif. Dahulu kita mengenal CBSA, atau saat ini Kurikulum 2013 yang sebenarnya adalah memacu siswa untuk aktif bertanya maupun belajar. Meskipun demikian kondisi budaya sosial kemasyarakatan dapat mempengaruhi sikap seseorang.

1. Miliki kepercayaan diri
Jangan merasa malu, takut dibully bila bertanya atau bahkan dianggap bodoh. Semakin banyak bertanya maka semakin bertambah pengetahuan.

2. Jangan "sok tahu"
Alasan tidak bertanya salah satunya adalah merasa sudah tahu. Padahal sebenarnya jika kita mau rendah hati dan  bertanya pengetahuan kita akan lebih sempurna. Bisa juga menjadi referensi kita apakah pengetahuan kita sudah benar.

3. Ada tembok pembatas yang bernama "segan".
Rasa segan terhadap seseorang merupakan tembok pembatas yang harus dirubuhkan. Misalnya segan kepada hamba Tuhan sehingga komunikasinya menjadi tidak cair. Padahal jika kita mau bergaul dan bertanya ada banyak berkat berupa nilai-nilai rohani yang kita dapatkan.

Pada akhirnya, jikalau ada sesuatu yang Anda tidak mengerti, jangan segan bertanya. Budayakan aktif dan responsif sehingga pengetahuan dan pemahaman Anda tentang sesuatu akan bertambah dalam. Selamat beribadah dan Tuhan memberkati. (Ps.BW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages