Sukacita Memberi




Sabtu, 28 April 2018

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Taw 26-29

1 Tawarikh 29:9 (TB)  Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.

Daud membawa bangsa Israel berfokus pada Tuhan, ketika mempersiapkan pembangunan Bait Allah. Fokus kepada Tuhan menanggalkan segala egoisme. Akibatnya mereka dengan sukacita mempersembahkan persembahan sukarela untuk pembangunan Bait Allah.

Apa yang dapat kita pelajari dari ayat tersebut?

1. Kerelaan memberi mendatangkan sukacita.
Memberi dengan terpaksa menimbulkan kesedihan. Seperti kita kehilangan suatu barang atau uang, rasanya seperti sedih dan tidak rela. Tetapi bila kita memberi dengan kerelaan mendatangkan sukacita yang luar biasa, melebihi kita memiliki sesuatu. DNA Allah adalah memberi sehingga Ia memberikan Kristus Yesus bagi kita. Jika Anda mewarisi DNA Allah maka memberi merupakan gaya hidup Anda. Setiap hari Anda akan memberi dan menerima sukacita yang luar biasa.

2. Persembahan sukarela didasari oleh ketulusan hati.
Hati yang tulus artinya tidak ada motivasi lain dari persembahan kita selain menyenangkan Tuhan. Hati yang tulus juga berarti hati yang murni, hati yang suci dan hati yang transparan. Orang yang ingin dipuji dalam memberi tidak memiliki ketulusan hati. Hati yang tulus tidak terikat kepada uang tetapi kepada Tuhan. Ananias dan Safira adalah contoh orang yang memberi tidak dengan tulus hati. Daud mengajarkan bangsa Israel memberi dengan tulus hati, mereka menyadari kalau bisa memberi itu karena Tuhan.

3. Persembahan yang diberikan dengan sukarela menyenangkan hati Tuhan dan pemimpin.
Tujuan dari persembahan adalah menyenangkan Tuhan. Dengan kata lain kita mengakui bahwa Tuhan adalah pemilik hidup dan harta yang ada pada kita. Demikian juga jemaat yang memberi dengan sukarela telah berbagi beban dengan pemimpin. Kita tidak boleh meletakkan beban dan tanggung jawab berlebihan kepada para pemimpin sebab hal itu akan membuat kita tidak akan pernah dewasa. Jika Anda mau mengalami kehidupan rohani yang dewasa, bersama pemimpin ambillah bagian untuk mendukung mereka melalui setiap persembahan sukarela yang Anda berikan bagi pekerjaan Tuhan.

John D. Rockefeller adalah milyuner pada zamannya. Ia terus sibuk bekerja dan mencari uang sehingga ia menjadi orang terkaya. Namun ia kehilangan sukacita bahkan mengalami sakit yang parah dan mengenaskan. Ia hidup di tengah kemewahan tetapi tidak sedikitpun dapat ia nikmati. Singkat cerita seseorang datang membagikan kasih Yesus kepada-Nya. Kasih Yesus yang masuk dalam hatinya telah menghilangkan roh yang pelit. Ia memutuskan membagikan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan. Ia mendirikan yayasan untuk membantu orang-orang miskin, anak-anak terlantar dan tidak bisa sekolah. Sebagai gantinya Tuhan memberikan sukacita dalam hatinya, dan perlahan ia mengalami kesembuhan secara total.

Amsal 17:22 (TB)  Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Terimalah sukacita yang luar biasa ketika Anda memberi persembahan dengan sukarela. Sukacita yang membuat Anda akan memiliki arti hidup yang sebenarnya. Tuhan memberkati. (Ps.BW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages