Berkiblat Ke Yerusalem?



Minggu, 8 April 2018

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja 7-9

1 Raja-raja 8:44-45 (TB)  Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada TUHAN dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,
maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.

Akhir-akhir ini ada beberapa gereja berkiblat ke Yerusalem. Berbagai perayaan Yahudi dirayakan di gereja. Bangunan gereja diarahkan ke Yerusalem dengan maksud umat yang beribadah menghadap ke Yerusalem sebagai kota suci.

Apakah berkiblat ke Yerusalem masih relevan saat ini?

1. Keselamatan bagi bangsa-bangsa
Semula Allah menjadikan Israel sebagai bangsa pilihan-Nya, akan tetapi di masa kasih karunia ini keselamatan juga diberikan kepada bangsa-bangsa lain.
Kisah Para Rasul 28:28 (TB)  Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya."

Keselamatan yang dimaksud bukan berdasarkan ritual secara Yahudi (Yudaisme), melainkan berdasarkan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah telah menyempurnakan korban-korban yang tertulis dalam kitab Taurat.

2. Allah Tidak Terbatas
Dalam percakapan Yesus dengan perempuan Samaria, bicara tentang bagaimana menyembah Allah.
Yohanes 4:21 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Bukan di gunung Ebal atau Gerizim dan juga bukan di Yerusalem, melainkan di mana saja sebab Allah itu Roh.
Yohanes 4:24 (TB)  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

3. Bait Allah adalah Tubuh Kita
1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 

Ibadah yang berkenan di hadapan Allah apabila kita menyucikan diri dari segala kejahatan dan hidup dalam kebenaran. Allah tinggal dalam hidup kita sebagai Bait-Nya.

Kita tidak perlu menambahkan budaya Yahudi dalam ibadah kita. Hal tersebut sudah tidak relevan sebab Allah telah memberikan keselamatan kepada segala bangsa yang percaya kepada Yesus dan membawa kita menyembah dalam roh sebab Allah Maha Hadir, tidak hanya berdiam di Yerusalem. Demikian pula marilah kita menguduskan tubuh kita sebagai tempat kediaman-Nya.
Kiblat atau fokus ibadah kita saat ini adalah Tuhan Yesus.
Selamat Beribadah, Tuhan memberkati. (Ps.BW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages