Makan Lemak, Darah dan Jeroan?


Rabu, 30 Januari 2019

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1-3

Imamat 3:16 (TB)  Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.

Peraturan yang diberikan oleh Tuhan dalam Perjanjian Lama adalah melarang makan jeroan, lemak dan darah. Berikut beberapa ayat di Imamat 3.

Imamat 3:14-15 (TB)  Kemudian dari kambing itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai persembahannya berupa korban api-apian bagi TUHAN,
dan lagi kedua buah pinggang dan lemak yang melekat padanya, yang ada pada pinggang dan umbai hati yang harus dipisahkannya beserta buah pinggang itu.

Imamat 3:17 (TB)  Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

Sedangkan di Perjanjian Baru kita mendapati bahwa semua makanan adalah halal atau boleh dimakan.

Markus 7:19 (TB)  karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Jadi bagaimana kita bersikap tentang makan jeroan, lemak dan darah?

1. Segala sesuatu halal, tetapi tidak semuanya berguna.
1 Korintus 6:12 (TB)  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Makan jeroan, lemak dan darah tidak berguna bahkan banyak merugikan tubuh kita. Ketiga makanan tersebut mengandung kolesterol jahat dan di dalam darah resiko terkandung kuman atau penyakit yang bisa masuk ke dalam tubuh.

2. Tuhan menghendaki kita hidup dalam kesehatan ilahi.
2 Korintus 7:1 (TB)  Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Makan makanan jeroan, lemak dan darah beresiko mencemari tubuh jasmani, yaitu bisa mendatangkan penyakit. Sakit penyakit mengakibatkan penderitaan bahkan kematian.

3. Tuhan menghendaki agar kita tidak rakus.
Tuhan sengaja memisahkan agar jeroan, lemak dan darah dibakar untuk Tuhan dengan maksud untuk memberikan bagian yang baik bagi manusia yaitu daging. Tetapi apabila manusia menjadi rakus maka semua akan dimakan untuk memuaskan keinginan lidah dan perutnya.

Mari kita belajar untuk mengendalikan diri dalam hal makanan. Segala sesuatu memang halal, tetapi tidak semuanya berguna. Segala sesuatu memang halal, tetapi ada sebagian yang beresiko mendatangkan penyakit dan penderitaan.
Biarlah renungan hari ini kita sikapi dengan bijaksana. Tuhan memberkati. (Ps.BW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages