Selasa, 1 April 2025
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 10-12
2 Samuel 10:3 (TB) berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?"
Raja bani Amon, yaitu Nahas mati dan anaknya Hanun menggantikannya. Raja Daud mengirim pegawai-pegawainya untuk mengirimkan pesan dukacita dan melajutkan persahabatan dengan Hanun bin Nahas seperti dengan ayahnya. Tetapi para pemuka-pemuka bani Amon memberi nasehat yang busuk kepada Hanun bin Nahas. Intinya mencurigai maksud Daud dan menuduh pegawai-pegawai Daud untuk mengintai negeri Amon dengan maksud untuk menghancurkannya.
Raja Hanun bin Nahas mendengar nasehat para pemuka bani Amon, menangkap dan mempermalukan para pegawai Daud.
2 Samuel 10:4 (TB) Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka.
Akibat peristiwa tersebut maka terjadi peperangan antara tentara Daud dan bani Amon sehingga bani Amon mengalami kekalahan yang besar.
Pelajaran hari ini:
Ada banyak suara orang di sekitar kita. Seorang yang bijak tidak langsung menerima setiap suara dan menelannya mentah-mentah. Tetapi menguji kebenarannya dan menimbang-nimbang keputusan yang akan diperbuat. Salah mendengar suara yang jahat (kepahitan, iri dengki, curiga, pengkhianatan) akan merusak hubungan dan menimbulkan banyak korban. Si jahat tidak menyukai kesatuan dan perdamaian sebab itu ia menggunakan banyak cara untuk menghancurkan setiap hubungan.
Yakobus 1:19-20 (TB) Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Sebab itu marilah kita bijaksana, jangan hanya mendengar dari satu sumber atau satu pihak, tetapi dengarlah sebanyak mungkin nasehat supaya kita bisa mengambil keputusan yang bijaksana. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar