Senin, 3 Maret 2025
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 1-3
Yosua 2:1 (TB) Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.
Pada umumnya pengintai (intelejen) sangat sulit dikenali atau dideteksi keberadaan mereka. Tetapi kisah dua pengintai yang dikirim oleh Yosua ke Yerikho justru terintai oleh penduduk Yerikho. Padahal mereka sudah menyamar dan Yosua melepas mereka dengan diam-diam supaya tidak ada orang yang tahu.
Lalu mengapa penduduk Yerikho ada yang tahu identitas dan keberadaan mereka?
1. Bermalam di rumah perempuan sundal.
Para pengintai mungkin akan sulit dideteksi apabila berada di tempat keramaian, pasar-pasar dan tempat pertunjukan. Tetapi ketika mereka di rumah Rahab dengan mudah mereka terintai oleh penduduk Yerikho.
Rahab, perempuan sundal itu tentu memiliki "pelanggan" yang secara rutin menggunakan jasanya. Sehingga bila datang tamu atau "pelanggan" baru maka para "pelanggan" yang lama akan mengetahuinya. Bisa juga profesi perempuan sundal yang dijalani Rahab sudah menjadi sorotan masyarakat sehingga setiap orang yang menginap di rumahnya dengan mudah dikenali terlebih bila orang asing yang tidak pernah mereka lihat.
Yosua 2:2 (TB) Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: "Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini."
2. Destiny Allah dalam kehidupan Rahab.
Para pengintai telah terintai oleh penduduk Yerikho. Apakah mereka pengintai yang bodoh atau ceroboh? Apakah mereka gagal melaksanakan tugasnya?
Tentu ini bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan Rahab sebagai orang berdosa. Kisah Rahab ini juga membuktikan bahwa Tuhan mengasihi dan menyelamatkan orang berdosa.
Yosua 2:12-13 (TB) Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,
bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut."
Orang yang menyembunyikan pengintai adalah musuh suatu kota atau negeri, maka ia pantas untuk dihukum mati. Rahab mempertaruhkan nyawanya. Ia tahu bahwa Yerikho akan dihancurkan sebab itu ia meminta jaminan keselamatan baginya dan keluarganya.
Tuhan memggenapi rencananya bagi Rahab. Ia bukan hanya diselamatkan dari kehancuran Yerikho tetapi ia beranak cucu bahkan keturunannya dimuliakan.
Matius 1:5-6 (TB) Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
Rahab dipilih Tuhan untuk melahirkan Boas yang menjadi garis keturunan Daud bahkan sampai Mesias.
Ibrani 11:31 (TB) Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.
Perenungan hari ini:
Tuhan tidak pernah salah dalam mengeksekusi rencana-Nya sekalipun menurut pandangan umum bisa merupakan kesalahan atau kegagalan. Tetapi di ujung dalam rencana-Nya untuk mendatangkan kebaikan bahkan keselamatan bagi manusia yang berdosa. Dan penggenapan rencana Allah kita terima dengan iman.
Imanuel, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar