Senin, 17 Maret 2025
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 19-21
Hakim-hakim 19:9 (TB) Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu."
Seorang Lewi dari Israel mempunyai seorang gundik yang berlaku serong dan kembali ke rumah orang tuanya. Karena kasihnya maka ia menyusul gundiknya di rumah mertuanya. Bisa dimaklumi mertuanya sangat senang akan kedatangan menantunya sehingga ia memaksa menantunya untuk bermalam beberapa hari di rumahnya. Tetapi orang Lewi tersebut tidak tahan lagi dan hendak pulang meskipun hari sudah menjelang malam. Akhirnya ia memaksakan diri untuk menempuh perjalanan dengan naik keledai di malam hari.
Hakim-hakim 19:10 (TB) Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus — itulah Yerusalem —; bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga.
Seorang Lewi berusaha sampai kr kota dari suku Israel dengan maksud supaya keamanan mereka terjaga. Akhirnya mereka sampai ke Gibea, kota kediaman suku Benyamin. Tetapi penduduk kota itu tidak ramah. Ada seorang yang membuka rumahnya untuk mereka bisa menginap. Tetapi tragisnya malam-malam orang dursila datang hendak memperkosa mereka.
Hakim-hakim 19:22 (TB) Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
Akhirnya gundik itu diserahkan kepada orang-orang dursila dan semalam-malam memperkosanya sampai mati. Dalam kisah selanjutnya orang Lewi menyampaikan berita itu kepada semua suku Israel sehingga mereka membalas kelakuan orang Gibea yang berbuat noda di Israel. Di akhir kisah orang Gibea hampir punah, tetapi orang Israel berbelas kasihan merelakan gadis-gadis mereka diambil oleh orang Gibea untuk meneruskan keturunan mereka.
Dari kisah yang panjang tersebut, kita ambil salah satu hikmat saja yaitu jangan memaksakan waktu kita. Seandainya orang Lewi mau mendengar mertuanya agar bermalam dan melakukan perjalanan keesokan harinya mungkin ceritanya akan lain dan mereka akan selamat sampai tujuan.
Berpikirlah dengan bijaksana, jangan memaksakan waktu yang beresiko terjadi malapetaka. Banyak bencana atau masalah terjadi karena dilakukan di waktu yang tidak tepat. Tuhan mengaruniakan kita hikmat untuk berpikir dan menentukan waktu yang tepat. Sebab itu banyaklah mendengar nasehat supaya kita tidak memaksakan keinginan sendiri yang bisa mendatangkan bencana. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar