Mencelakakan Diri Sendiri


Jumat, 14 Maret 2025

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 10-12

Hakim-hakim 12:1 (TB)  Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!" 

Suku Efraim merasa ditinggalkan ketika Yefta memerangi dan mengalahkan bani Amon. Bahkan mereka mengancam akan membakar Yefta bersama seisi rumahnya. Orang Efraim ini bertindak bodoh.
Padahal Yefta telah meminta tolong sebelumnya kepada suku Efraim tetapi mereka mengabaikannya.

Hakim-hakim 12:2-3 (TB)  Tetapi jawab Yefta kepada mereka: "Aku dan rakyatku telah terlibat dalam peperangan yang hebat dengan bani Amon; lalu aku memanggil kamu, tetapi kamu tidak datang menyelamatkan aku dari tangan mereka.
Ketika kulihat, bahwa tidak ada yang datang menyelamatkan aku, maka aku mempertaruhkan nyawaku dan aku pergi melawan bani Amon itu, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tanganku. Mengapa pada hari ini kamu mendatangi aku untuk berperang melawan aku?"

Kebodohan orang Efraim memakan korban. Yefta mengerahkan pasukannya dan terjadilah korban yang sangat banyak dari suku Efraim.

Hakim-hakim 12:4 (TB)  Kemudian Yefta mengumpulkan semua orang Gilead, lalu mereka berperang melawan suku Efraim. Dan orang-orang Gilead mengalahkan suku Efraim itu. Sebab orang-orang itu mengatakan: "Kamulah orang-orang yang telah lari dari suku Efraim!" — kaum Gilead itu ada di tengah-tengah suku Efraim dan suku Manasye —. 

Hakim-hakim 12:5-6 (TB)  Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang Gilead menduduki tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata: "Biarkanlah aku menyeberang," maka orang Gilead berkata kepadanya: "Orang Efraimkah engkau?" Dan jika ia menjawab: "Bukan," 
maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dari suku Efraim empat puluh dua ribu orang. 

Pelajaran dari kisah tersebut:
Orang Efraim bertindak bodoh sehingga mencelakakan diri sendiri. Mereka sok kuat dan sombong, merasa lebih hebat dari Yefta dan suku Gilead. Akibatnya mereka dikalahkan dan banyak korban yang mati.

Dalam kenyataan sekarang ada orang-orang yang merasa diri paling hebat, menjadi sombong sehingga menentang saudara atau otoritas kepemimpinan. Ada pula mencari gara-gara atau membesar-besarkan masalah yang tidak perlu dipermasalahkan. Sesungguhnya tindakan ini sangat berbahaya karena bisa mencelakakan diri sendiri dan keluarganya. Bahkan bukan manusia yang dilawan tetapi Tuhan sendiri karena kesombongan mereka.
Marilah kita selalu rendah hati, menghargai orang lain dan hidup dalam perdamaian dengan semua orang.

Roma 12:17-19 (TB)  Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 

Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages