Kamis, 20 Maret 2025
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 4-6
1 Samuel 5:7 (TB) Ketika dilihat orang-orang Asdod, bahwa demikian halnya, berkatalah mereka: "Tabut Allah Israel tidak boleh tinggal pada kita, sebab tangan-Nya keras melawan kita dan melawan Dagon, allah kita."
Dalam peperangan melawan Israel, orang Filistin merampas Tabut Allah. Mereka berpikir ketika Tabut Allah di tangan mereka, akan mengalami kemenangan, damai dan kemakmuran. Tetapi yang terjadi justru mereka mengalami kutuk dan penderitaan.
1 Samuel 5:6 (TB) Tangan TUHAN menekan orang-orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka: Ia menghajar mereka dengan borok-borok, baik Asdod maupun daerahnya.
Tabut Allah adalah lambang dari kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya.
Pelajaran hari ini:
1. Tabut Allah di tangan orang yang salah mendatangkan kutuk.
Orang yang salah maksudnya adalah mereka yang hidup dalam dosa, tanpa pertobatan atau menyembah berhala.
Tuhan tidak mau dinomorduakan, disaingi atau dianaktirikan. Ketika seseorang menelantarkan Tuhan dalam hidupnya, maka ia akan mengalami kutuk atau berbagai penderitaan dalam hidupnya.
2. Tabut Allah di tangan orang yang benar mendatangkan berkat.
Bangsa Filistin akhirnya mengembalikan Tabut Allah kepada bangsa Israel. Ada pula orang Israel yang berlaku tidak kudus sehingga mereka pun mengalami kutuk dan dijajah oleh bangsa Filistin. Samuel menyuruh mereka bertobat.
1 Samuel 7:2-3 (TB) Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN.
Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin."
Setelah mereka bertobat dan mempersembahkan korban kepada Tuhan maka kehidupan mereka dipulihkan dan mengalami kemenangan demi kemenangan.
1 Samuel 7:9-10 (TB) Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia.
Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel.
Kita seharusnya menghargai Tuhan tinggal dalam hidup kita. Jangan hidup dalam dosa tetapi hiduplah dalam kekudusan dan takut akan Tuhan agar kehadiran-Nya dalam hidup kita mendatangkan berkat dan kemenangan. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar