Nostalgia



Jumat, 29 Mei 2020

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 28-30

Ayub 29:2 (TB)  "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,

Nostalgia adalah sebuah sentimentalitas untuk masa lalu, biasanya untuk sebuah periode atau tempat dengan asosiasi personal yang bahagia. Sedangkan bernostalgia adalah merindukan masa lalu dan berharap masa lalu dapat terulang kembali.
Dalam penderitaannya Ayub bernostalgia tentang masa lalunya.

1. Nostalgia mengingatkan kepada kebaikan Tuhan.

Ayub 29 berisi tentang nostalgia kehidupan Ayub yang mengingatkan tentang kebaikan dan penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Nostalgia yang benar berfokus kepada kebaikan dan karya Tuhan, bukan kepada kehebatan dan kekuatan diri sendiri.

Ayub 29:3-5 (TB)  ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap;
seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;
ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku;

2. Nostalgia bukan berarti hidup semu di masa lalu.

Ayub menghadapi realitas penderitaan yang sangat berat. Kehilangan segalanya serta sakit penyakit yang begitu menyiksa. Ayub bernostalgia tentang masa lalu dengan maksud menghibur dan mengurangi rasa sakitnya.
Nostalgia yang benar bukan hidup semu di masa lalu dan mengingkari kenyataan, tetapi menyadari bahwa hidup itu penuh warna. Kenangan yang manis akan memberikan kekuatan dan penghiburan dalam penderitaan. Kenangan manis di masa lalu tidak menjadi alasan untuk melarikan diri dari kenyataan.

3. Nostalgia memberi harapan hidup di masa depan.

Harapan untuk mengalami pemulihan di masa depan didasari oleh iman bahwa kebaikan Tuhan di masa lalu akan terulang di masa depan. Itulah yang menjadi salah satu bagian doa Ayub selain ketekunan dan ketabahan dalam menjalani penderitaannya. Dengan demikian asa atau harapan hidup Ayub tidak berhenti ketika ia menderita duduk di atas abu penderitaan. Ayub menggantungkan harapan hidupnya kepada Tuhan yang sanggup memulihkan segala sesuatu.

Bernostalgia bukan sesuatu yang salah atau berdosa jika dilakukan untuk mengingat kebaikan Tuhan, tidak hidup semu di masa lalu, dan memberi harapan hidup di masa depan. Bernostalgia dapat diterapkan dalam hubungan keluarga, bisnis, pekerjaan, studi maupun pelayanan. Dalam keluarga yang sedang mengalami masalah misalnya ... Anda bisa bernostalgia mengingat kenangan yang manis disertai dengan doa dan harapan pemulihan di masa depan. Bernostalgia mengingatkan hal-hal yang baik dan melupakan hal-hal yang buruk dari pasangan Anda.


Ketika Anda berada di masa yang sulit, jangan terus menerus sedih, kecewa atau putus asa. Anda dapat bernostalgia untuk menghibur, mengurangi rasa sakit penderitaan Anda dan membangkitkan semangat yang baru yaitu pemulihan di masa depan. Selamat bernostalgia dan tetap semangat menjalani proses hidup yang Tuhan ijinkan. Tuhan memberkati. (Ps.BW)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages