Mengajar Dengan Kuasa

 



Selasa, 18 Oktober 2021


Bacaan Alkitab Setahun: Markus 1-3


Markus 1:22 (TB)  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. 


Pada suatu kali Yesus sampai di Kapernaum dan mulai mengajar. Orang-orang yang mendengarnya takjub oleh pengajaran-Nya, sebab berbeda dengan ahli-ahli Taurat yang selama ini mengajar di rumah ibadat mereka.

Yesus mengajar dengan kuasa, apakah maksudnya?


1. Mengajar dengan kuasa Roh Kudus.

Sebelum Yesus resmi melakukan pelayanan, ia telah berpuasa selama 40 hari untuk menaklukkan kuasa daging. Demikian pula ia dibaptis di sungai Yordan dan dipenuhi Roh Allah. Ada kuasa dalam diri Yesus, sehingga ia tidak mengajarkan teori atau pengetahuan Alkitab seperti ahli Taurat, melainkan mempraktekkan secara nyata. Ada kuasa dan mujizat yang menyertai pelayanan Yesus sebab Ia dipenuhi dengan Roh Kudus. Para pelayan Tuhan, marilah kita melayani bukan dengan pengetahuan tetapi dengan kuasa dan urapan Roh Kudus agar pelayanan kita membawa kehidupan bagi banyak orang.


2. Mengajar dengan kuasa Firman Tuhan.

Selama ini para ahli Taurat mengajarkan kitab sebagai pengetahuan atau logos. Tetapi Yesus mengajarkan firman sebagai rhema yang langsung tertuju dan mengena di setiap hati pendengar. Setiap firman Tuhan yang diucapkan berbicara secara langsung sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Ini semua terjadi sebab Yesus telah mengubah dari firman menjadi daging, artinya seluruh keinginan kemanusiaan-Nya telah ditaklukkan di bawah kuasa Firman. Kehidupan-Nya selaras dengan firman Tuhan sehingga tidak ada celah untuk menyerang kelemahan-Nya. Para pelayan Tuhan, mari kita lakukan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya mendengar dan tahu tetapi lakukan dan alami kuasa firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.


Kehidupan modern telah menjadi saingan terberat bagi perkara-perkara rohani. Kemajuan peradaban oleh internet, budaya, hiburan dan sebagainya menjadi lebih menarik dibandingkan dengan penyajian firman Tuhan yang terasa basi atau itu-itu saja. Lebih dari meningkatkan kemampuan secara teknis, kita harus kembali seperti Yesus dalam menyampaikan firman Tuhan yaitu dengan kuasa supaya mengubahkan kehidupan banyak orang. Amin. (Ps.BW)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages