Hidup Tidak Tergantung Pada Kekayaan

 



Rabu, 27 Oktober 2021


Bacaan Alkitab Setahun: Lukas 10-12


Lukas 12:15 (TB)  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."


Ada sebagian orang yang salah menilai tentang kekayaan. Mereka mengejar kekayaan dengan bekerja keras, lupa istirahat dan keluarga bahkan menghalalkan segala cara, tetapi melupakan Tuhan. Mereka berpikir kalau hidup kaya akan bahagia. Mereka tidak menyadari bahwa kekayaan tidak menambah umur panjang dan tidak menentukan kebahagiaan. Dalam kenyataannya ada banyak orang yang berlimpah materi tetapi hidupnya tidak bahagia bahkan tidak mengenal Tuhan sebagai tujuan akhir dalam hidup mereka.


Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar:


1. Berjaga-jaga agar jangan serakah.


Serakah atau tamak memiliki arti mengejar harta secara berlebihan untuk diri sendiri dengan melupakan kasih dan kebenaran. Karena serakah seseorang berbuat curang, melakukan kejahatan, memutus tali persaudaraan dan melupakan Tuhan. Akibatnya mereka justru akan mengalami hal-hal yang buruk.


1 Timotius 6:9-10 (TB)  Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.


Marilah kita hidup dalam pengucapan syukur. Seberapa besar berkat yang Tuhan percayakan, nikmatilah dalam kasih dan ucapan syukur. Ini yang akan membuat kita bahagia, baik sederhana maupun kaya semua adalah anugerah Tuhan.


2. Hidup bergantung kepada Tuhan.


Tuhan adalah sumber kehidupan dan sumber berkat yang kita butuhkan. Oleh sebab itu janganlah mengejar berkat, melainkan kejarlah Tuhan sebagai sumber berkat. Sebab soal berkat bukan hanya tentang materi atau harta. Berkat yang sesungguhnya dalam arti luas yaitu sukacita, damai sejahtera, kehormatan, umur panjang, hikmat, persaudaraan, keluarga, pekerjaan, nama baik, kesempatan melayani, menjadi berkat dan sebagainya.


Orang percaya menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan atau mengandalkan Tuhan dalam segala segi kehidupannya.


Habakuk 2:4 (TB)  Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.


Yeremia 17:7-8 (TB)  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.


Saudaraku, janganlah tertipu oleh silaunya kekayaan sebab semuanya hanyalah sementara. Jika orang dikuasai oleh harta atau uang, maka dengan sendirinya akan menjauh dari Tuhan. Tetapi jika seseorang menjadikan Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam hidupnya, maka ia akan menerima kuasa dan kepercayaan untuk mengelola harta atau uang dari Tuhan. Pada akhirnya orang inilah yang akan menerima kemuliaan abadi dari Tuhan. Biarlah renungan ini menyadarkan kita, jangan menjadi hamba uang sebaliknya jadikanlah diri kita sebagai hamba Allah. Haleluya, Tuhan memberkati. (Ps.BW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages