Ketidakadilan Di Pengadilan

 



Kamis, 14 Juli 2022


Bacaan Alkitab Setahun: Pengkotbah 1-3


Pengkhotbah 3:16 (TB)  Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.


Pengadilan adalah tempat mencari keadilan. Ada pelapor yang didampingi jaksa (penuntut), ada terlapor atau terdakwa yang didampingi pembela (pengacara) dan hakim yang memutuskan perkara berdasarkan fakta-fakta yang diungkap dalam persidangan. Diharapkan setiap perkara dapat diputuskan seadil-adilnya.


Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses persidangan maupun keputusan yang dijatuhkan bisa saja terjadi ketidakadilan. Mungkin tidak sesuai harapan dari pelapor maupun terlapor (terdakwa). Itulah kenyataan pengadilan atau tempat keadilan di dunia. Tentang hal ini Pengkotbah sudah menuliskan,
Pengkhotbah 3:16 (TB)  Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.


Bagaimana menyikapi ketidakadilan di tempat pengadilan?


1. Berjuanglah menuntut keadilan.


Selama masih ada kesempatan berjuanglah menuntut keadilan sesuai dengan azas-azas hukum yang berlaku. Jangan menyerah sekalipun ada kesan "hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah". Setiap terlapor atau terdakwa harus didampingi pembela (pengacara). Bagi beberapa orang tidak mampu membayar pengacara yang mahal, gunakanlah pengacara probono yang melakukan tugasnya secara sosial untuk membantu yang tidak mampu secara ekonomi.


2. Tidak ada pengadilan di dunia yang sempurna.


Bila menjumpai pengadilan yang korup atau terima suap sehingga memutarbalikkan kebenaran, sadarilah tidak ada pengadilan dan tempat keadilan yang sempurna. Oleh sebab itu tetaplah mengucap syukur apapun yang sudah diputuskan dalam pengadilan. Apabila merasa mendapat putusan yang tidak adil, meskipun ada terus berjuang untuk naik banding ataupun kasasi ... pada akhirnya Anda harus berkata "Gusti Ora Sare". Pengadilan yang sempurna hanya terjadi di hadapan Allah Bapa yaitu di akhir kehidupan manusia. Di sana tidak ada sesuatu yang tersembunyi, dan Bapa yang Maha Adil akan memutuskan akhir hidup manusia apakah menerima hidup yang kekal atau kematian yang kekal.


Ulangan 16:19 (TB)  Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.


Sadarilah semua yang ada di dunia tidak ada yang sempurna, termasuk dengan pengadilan. Berjuanglah untuk mendapatkan keadilan, tetapi seandainya tidak Anda dapatkan tetaplah mengucap syukur dan percayalah Tuhan tidak tidur. Dia akan mengadili semua orang menurut perbuatannya. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (Ps.BW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages