Buah dari Iman dan Ketaatan



Selasa, 29 Nopember 2016

1 Raja-raja 17:14 (TB) Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."

Karya Tuhan untuk memelihara hamba-Nya seringkali di luar logika. Di saat Israel sedang kelaparan, Tuhan menyuruh Elia ke Sarfat karena Tuhan akan memakai seorang janda miskin untuk memberi makan Elia selama masa kekeringan.

Janda di Sarfat tidak pernah dikenal siapa namanya, miskin dan kekurangan tetapi melalui kehidupannya Tuhan bisa menyatakan mujizat yang luar biasa. Setidaknya ada 2 hal yang bisa kita teladani dari sikap janda di Sarfat.

1. Percaya kepada firman Tuhan
Dalam PL, ucapan seorang nabi Tuhan diidentikkan dengan firman Tuhan. Apa yang diucapkan Elia, langsung dipercaya oleh janda Sarfat sebagai suara Tuhan. Saat ini Alkitab adalah firman Tuhan. Apakah kita sudah baca tiap hari. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm 10:17)

2. Melakukan Firman Tuhan
Ketika Elia minta dibuatkan roti terlebih dahulu, maka segeralah janda itu melakukannya, walaupun secara logika tidak mungkin sebab itu adalah tepung terakhir untuk ia dan anaknya. Tetapi ketika ia melakukan perintah Elia, benarlah mujizat terjadi seperti yang dikatakan Elia bahwa tepung dan minyak itu tidak pernah habis sampai Tuhan memberi hujan ke atas muka bumi.

Beberapa hal yang membutuhkan iman dan ketaatan di saat dalam kesulitan, antara lain:
1. Menabur / memberi persembahan di saat kesulitan keuangan.
2. Mengampuni dan memberkati di saat terus-menerus diperlakukan tidak adil atau dianiaya.
3. Tetap setia melayani Tuhan di saat pergumulan doa kita (kesembuhan, keuangan, jodoh dan) belum dijawab oleh Tuhan.

Buah dari iman dan ketaatan adalah mujizat. Tetaplah beriman dan taat sampai mujizat terjadi.
(Ps.BW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages