Karakter Allah Memimpin Tindakan Kita

Kamis, 18 Mei 2017 - Doa Puasa Hari 11

Bacaan: Amsal 31:10-31

Memiliki istri dengan karakter mulia adalah kebanggaan dan kerinduan setiap suami. Istri yang digambarkan dalam Amsal 31 adalah contoh seorang wanita sempurna yang didambakan setiap wanita. Di satu sisi, ini bisa menjadi standar yang terlalu tinggi untuk dicapai. Di sisi lain, ini bisa menjadi contoh sempurna untuk diteladani.

Wanita yang dijelaskan di sini memfokuskan energi, talenta dan kehidupannya untuk melayani, melindungi dan memperindah keluarga dan orang-orang sekelilingnya. Dia tidak menghabiskan waktu mencari kesalahan orang lain, membandingkan diri dengan orang lain, atau berkata kasar tentang orang lain. Sebaliknya, dia berfokus pada tugas yang harus diselesaikannya. Dan hasilnya, apapun yang dia lakukan berhasil. Orang-orang sekelilingnya, suami, anak-anak dan pembantunya menyaksikan karakter yang mulia dan memujinya.

Apa yang harus kita lakukan untuk memiliki karakter yang mulia? Di ayat 30 dikatakan "... Istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji." Karena "permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Amsal 9:10). Hati yang bijak tahu apa yang harus dilakukan dan kapan melakukannya, karena Roh Kudus yang menuntun; hati yang bijak juga tahu kapan harus memutus pertemanan yang buruk. "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33). Menghabiskan waktu dengan orang-orang berkarakter baik akan menolong kita menjadi orang-orang yang lebih baik.

Dengan siapa kita berteman? Mereka yang suka bergosip, melakukan hal yang sia-sia, atau mereka yang memiliki tujuan dan visi dalam kehidupan mereka? Sebab melakukan pekerjaan baik tidak membuat kita menjadi mulia, kecuali itu datang dari hati yang tulus.

Pokok doa:
Berdoa agar karakter Kristus tertanam dalam diri kita dan memiliki hikmat untuk bergaul dengan teman-teman yang baik.

(Disalin dari Panduan Doa Puasa 40 Hari IFGF 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages