Rabu, 27 Mei 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 19-21
Ayub 19:19 (TB)
"Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku."
Ada luka yang lebih menyakitkan daripada penderitaan fisik, yaitu ketika orang-orang yang kita percaya justru menjauh atau berbalik melawan kita. Ayub mengalami hal itu. Dalam penderitaannya, ia bukan hanya kehilangan harta dan kesehatan, tetapi juga menghadapi kepedihan relasi yang retak.
1. Tidak Semua Orang Akan Tetap Mengerti Kita
Ayub merasakan penolakan dari teman dan orang-orang yang dikasihinya. Kenyataannya, tidak semua orang mampu memahami pergumulan yang sedang kita alami. Ada kalanya mereka salah menilai, menjauh, bahkan mengecewakan.
Namun penerimaan manusia bukanlah dasar nilai hidup kita. Nilai kita tetap ada di hadapan Tuhan.
2. Luka Karena Manusia Jangan Membuat Kita Menjauh Dari Tuhan
Kekecewaan terhadap manusia sering kali menyeret hati menjadi pahit. Tetapi Ayub, sekalipun mengeluh dan terluka, tetap membawa pergumulannya kepada Tuhan.
Ketika manusia berubah, kasih Tuhan tidak berubah. Saat sandaran di bumi goyah, Tuhan tetap menjadi tempat perlindungan.
3. Tuhan Mengerti Kesepian dan Penolakan
Apa yang dialami Ayub mengingatkan kita bahwa Tuhan memahami rasa ditinggalkan. Dalam perjalanan iman, kadang kita merasa sendirian, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Mungkin orang lain tidak memahami air mata kita, tetapi Tuhan mengenal setiap pergumulan hati.
4. Tetap Memilih Kasih dan Pengampunan
Dikhianati atau disakiti memang menyakitkan, tetapi Firman Tuhan mengajar kita agar tidak membalas luka dengan kebencian. Hati yang tetap mengasihi dan mengampuni adalah hati yang sedang dipulihkan oleh Tuhan.
Jika hari ini Anda merasa disalahpahami, ditinggalkan, atau kecewa oleh orang terdekat, jangan biarkan luka itu menjauhkan Anda dari Tuhan. Datanglah kepada-Nya dalam doa dan tetap pegang iman. Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar