PEGANG FIRMAN DI TENGAH LUKA
Jumat, 22 Mei 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 4-6
“Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.”
(Ayub 6:10 TB)
Ayub sedang berada dalam penderitaan yang berat. Kehilangan, sakit, dan kesepian mengelilinginya. Namun di tengah kepedihan yang seolah tidak berbelas kasihan, ia masih memiliki satu pegangan: ia tidak menyangkal firman Tuhan. Dari situlah lahir penghiburan yang sejati.
1. Firman Tuhan Menjadi Penghiburan Saat Semua Hilang
Ayub tidak berkata bahwa penderitaannya ringan. Ia jujur dengan rasa sakitnya. Tetapi ia menemukan bahwa penghiburan sejati bukan selalu datang dari keadaan yang berubah, melainkan dari hati yang tetap berpegang pada Tuhan.
2. Kesetiaan Tidak Bergantung pada Situasi
Mudah memuji Tuhan saat hidup berjalan baik, tetapi karakter iman terlihat saat badai datang. Ayub memilih tetap menghormati firman Tuhan sekalipun jawabannya belum terlihat.
3. Pegangan yang Tidak Pernah Gagal
Manusia bisa mengecewakan, keadaan bisa berubah, tetapi firman Tuhan tetap teguh. Saat kita memegang firman, sebenarnya firman itu juga sedang menopang kita agar tidak jatuh dalam keputusasaan.
4. Kepedihan Bukan Akhir Cerita
Ayub mengingatkan bahwa penderitaan tidak harus mematikan pengharapan. Di tengah luka sekalipun, masih ada alasan untuk tetap percaya karena Tuhan tidak meninggalkan orang yang berpegang pada-Nya.
Hari ini, jika ada kepedihan yang sedang Anda hadapi, jangan lepaskan firman Tuhan. Pegang janji-Nya, tetap percaya, dan biarkan penghiburan dari Tuhan menguatkan langkah Anda.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar