Mezbah Di Tengah Ketakutan


Senin, 11 Mei 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 1-3

Ezra 3:3 (TB)  Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban bakaran waktu pagi dan waktu petang.  

Ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan, keadaan belum aman. Musuh ada di sekitar mereka, ancaman terasa nyata, dan masa depan belum jelas. Namun hal pertama yang mereka bangun bukan tembok, bukan rumah, melainkan mezbah — tempat penyembahan kepada Tuhan. 

Sering kali kita menunggu keadaan tenang baru mau sungguh-sungguh mencari Tuhan. Tetapi Ezra 3:3 mengajarkan bahwa penyembahan tidak menunggu rasa takut hilang. Iman justru dibangun di tengah ketakutan.

1. Takut bukan alasan untuk menjauh dari Tuhan.

Bangsa Israel juga takut, tetapi mereka tetap datang kepada Tuhan. Keberanian bukan berarti tidak punya rasa takut, melainkan tetap taat meski hati gemetar.

Kadang kita takut akan masa depan, ekonomi, kesehatan, atau penolakan orang lain. Namun Tuhan rindu kita tetap mendirikan “mezbah” doa dan penyembahan di hidup kita.

2. Mezbah harus kembali dibangun.

Mereka mendirikan mezbah “di tempatnya semula.” 
Artinya ada pemulihan hubungan dengan Tuhan.

Mungkin dahulu kita rajin berdoa, membaca firman, dan intim dengan Tuhan, tetapi sekarang mulai dingin. Hari ini Tuhan memanggil kita kembali ke “tempat semula” — kembali kepada kasih mula-mula.

3. Kesetiaan kecil setiap hari berharga di hadapan Tuhan.

Mereka mempersembahkan korban pagi dan petang secara terus-menerus. Penyembahan bukan hanya tentang momen besar, tetapi tentang kesetiaan setiap hari.

Hubungan dengan Tuhan dibangun lewat doa sederhana, ucapan syukur, dan hati yang tetap mencari-Nya setiap hari.

4. Prioritaskan Tuhan, maka Dia memimpin langkahmu.

Sebelum bait suci selesai dibangun, mereka lebih dulu memulihkan penyembahan. 
Ketika Tuhan menjadi prioritas utama, Dia memberi kekuatan dan arah untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Jangan tunggu hidup sempurna baru datang kepada Tuhan. Bangun kembali mezbahmu hari ini — meski masih ada ketakutan, air mata, dan pergumulan.

Mari kembali membangun mezbah doa dan penyembahan dalam hidup kita. Tetap setia mencari Tuhan setiap pagi dan petang, sebab hadirat-Nya memberi kekuatan di tengah ketakutan. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages