Berkata Seturut Firman


Senin, 4 Mei 2026

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 16-18

2 Tawarikh 18:13 (TB)  Tetapi Mikha menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan." 

Mikha berdiri di tengah tekanan, ancaman, dan arus mayoritas yang menyesatkan. Semua nabi lain mengatakan hal yang menyenangkan telinga raja, tetapi Mikha memilih satu hal: tetap setia kepada suara Tuhan. Ia berkata, “Apa yang akan difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan.” 

Pelajaran hidup dari Mikha:

1. Kebenaran lebih penting daripada popularitas.

Mikha tidak mengikuti suara mayoritas. Ia tahu bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang setuju, melainkan oleh firman Tuhan. Dalam hidup ini, kita pun dipanggil untuk berdiri bagi kebenaran, sekalipun harus berbeda dari kebanyakan orang.

2. Kesetiaan kepada Tuhan menuntut keberanian.

Mengatakan kebenaran sering kali tidak nyaman. Ada risiko ditolak, disalahpahami, bahkan ditentang. Namun, keberanian sejati lahir ketika kita lebih takut mengecewakan Tuhan daripada kehilangan penerimaan manusia.

3. Jadilah suara Tuhan, bukan sekadar gema dunia.

Dunia penuh dengan suara yang mencoba memengaruhi kita. Tetapi anak Tuhan dipanggil untuk menyuarakan apa yang Tuhan katakan, bukan hanya mengulang apa yang sedang populer atau disukai banyak orang.

4. Integritas rohani terlihat dari konsistensi perkataan.

Mikha tidak menyesuaikan pesannya demi keuntungan pribadi. Ia berbicara dengan jujur, sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan. Integritas adalah ketika perkataan kita tetap benar, bahkan saat kebenaran itu mahal harganya.

Apakah perkataan kita lebih dipengaruhi oleh tekanan manusia atau oleh kebenaran firman Tuhan?

Hari ini, mintalah hati yang berani seperti Mikha. Berkomitmenlah untuk berkata benar, hidup benar, dan tetap setia menyuarakan firman Tuhan, apa pun risikonya. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages