Kamis, 7 Mei 2026
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 25-27
2 Tawarikh 25:16 (TB) Waktu nabi sedang berbicara, berkatalah Amazia kepadanya: "Apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja? Diamlah! Apakah engkau mau dibunuh?" Lalu diamlah nabi itu setelah berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa Allah telah menentukan akan membinasakan engkau, karena engkau telah berbuat hal ini, dan tidak mendengarkan nasihatku!"
Nabi menegur Amazia, tetapi ia menolak, bahkan mengancam. Akhirnya nabi berkata bahwa kehancuran sudah ditentukan karena ia tidak mau mendengar nasihat.
Amazia sebenarnya pernah melakukan yang benar di mata Tuhan, tetapi tidak dengan sepenuh hati. Ketika Tuhan mengirim nabi untuk menegur, ia justru menutup telinga dan hatinya. Dari sinilah awal kehancurannya.
Pelajaran Hidup
1. Tidak semua orang siap menerima teguran.
Amazia merasa posisinya sebagai raja membuatnya tidak perlu dikoreksi.
Kesombongan membuat seseorang alergi terhadap kebenaran.
2. Menolak nasihat = menolak Tuhan.
Nabi bukan sekadar manusia, tetapi pembawa suara Tuhan.
Ketika kita menolak kebenaran, sebenarnya kita sedang menolak Tuhan sendiri.
3. Hati yang keras membuka jalan kehancuran.
Nabi berkata kehancuran sudah “ditentukan” karena Amazia terus menolak.
Hati yang tidak mau bertobat membuat kita berjalan menuju konsekuensi.
4. Awal yang baik tidak menjamin akhir yang baik.
Amazia pernah benar, tetapi tidak setia sampai akhir.
Yang Tuhan cari bukan hanya awal yang baik, tetapi hati yang terus mau diajar.
Apakah hari ini kita masih mau ditegur Tuhan?
Atau kita mulai merasa “cukup tahu” dan menolak suara-Nya?
Hari ini, buka hati untuk setiap teguran Tuhan—melalui firman, hamba Tuhan, atau situasi hidup. Jangan keraskan hati. Dengarkan, responi, dan bertobatlah—sebelum terlambat.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar