Senin, 18 Mei 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Ester 1-3
Ester 2:22-23 (TB) Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyalah kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.
Perkara itu diperiksa dan ternyata benar, maka kedua orang itu disulakan pada tiang. Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab sejarah, di hadapan raja.
Ayat tersebut memperlihatkan sebuah peristiwa yang tampaknya sederhana. Mordekhai mengetahui rencana jahat terhadap raja, lalu ia menyampaikan informasi itu melalui Ester. Perkara itu diperiksa, terbukti benar, dan dicatat dalam kitab sejarah kerajaan. Sekilas terlihat biasa, tetapi dari sini kita belajar bahwa Tuhan bekerja melalui kesetiaan yang tersembunyi.
1. Peka terhadap Apa yang Terjadi.
Mordekhai tidak menutup mata terhadap ancaman yang ada. Ia peduli dan bertindak. Tuhan juga rindu agar kita memiliki hati yang peka—terhadap kebenaran, kebutuhan orang lain, dan hal-hal yang perlu diselesaikan dengan benar.
Kadang kita berpikir, “Itu bukan urusanku.” Tetapi kepedulian dapat menjadi alat Tuhan untuk menyelamatkan banyak hal.
2. Lakukan yang Benar Tanpa Mencari Nama.
Mordekhai menyampaikan informasi itu bukan demi pujian atau keuntungan pribadi. Ia memilih melakukan yang benar karena itu memang benar.
Kesetiaan sejati tidak bergantung pada tepuk tangan manusia. Banyak pelayanan, pengorbanan, dan kebaikan dilakukan tanpa sorotan, tetapi Tuhan melihat semuanya.
3. Tuhan Tidak Pernah Lalai Mencatat.
Ayat ini menegaskan bahwa peristiwa itu dituliskan dalam kitab sejarah di hadapan raja. Saat itu mungkin Mordekhai belum menerima penghargaan apa pun, tetapi catatan itu menjadi bagian dari rencana Tuhan yang besar di kemudian hari.
Sering kali kebaikan dan kesetiaan kita terasa tidak dihargai. Namun Tuhan tidak pernah lupa. Apa yang dilakukan dengan hati yang benar tidak pernah sia-sia di hadapan-Nya.
Tetaplah setia melakukan yang benar, meski tidak selalu terlihat atau dihargai manusia. Tuhan melihat, Tuhan mencatat, dan pada waktu-Nya, Dia sanggup memakai kesetiaan itu untuk tujuan yang lebih besar. Hari ini, tetaplah menjadi pribadi yang setia dalam perkara kecil maupun besar.
Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar