Sabtu, 16 Mei 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 7-9
“Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, karena Engkau berlaku setia dan kamilah berbuat fasik.” — Nehemia 9:33
Sering kali manusia mudah menyalahkan keadaan, orang lain, bahkan Tuhan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan. Namun bangsa Israel dalam doa pengakuan mereka justru berkata: “Engkaulah yang benar.” Mereka sadar bahwa Tuhan tetap setia, sementara merekalah yang telah menjauh dari-Nya.
1. Tuhan Tidak Pernah Salah.
Apa pun yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, Dia tetap adil dan benar. Kadang kita tidak memahami proses-Nya, tetapi hati Tuhan tidak pernah keliru. Dia bekerja dengan kasih, kebenaran, dan tujuan yang baik.
2. Belajar Mengakui Kesalahan.
Pemulihan dimulai saat seseorang berhenti menyalahkan dan mulai merendahkan hati di hadapan Tuhan. Bangsa Israel tidak menutupi dosa mereka. Mereka jujur mengaku bahwa merekalah yang telah berbuat fasik. Kerendahan hati membuka jalan bagi pemulihan rohani.
3. Kesetiaan Tuhan Lebih Besar dari Kegagalan Kita.
Walaupun umat-Nya berulang kali jatuh, Tuhan tetap setia memelihara mereka. Itu juga berlaku bagi kita hari ini. Kasih Tuhan tidak berubah hanya karena kita pernah gagal. Dia tetap membuka tangan bagi orang yang mau kembali kepada-Nya.
4. Jangan Keraskan Hati Saat Tuhan Menegur
Kadang masalah, teguran, atau proses hidup dipakai Tuhan untuk membawa kita kembali kepada-Nya. Jangan hanya meminta jalan keluar, tetapi tanyakan juga: “Tuhan, apa yang ingin Engkau ubahkan dalam hidupku?”
Hari ini, mari berhenti menyalahkan keadaan dan belajar berkata:
“Tuhan, Engkau tetap benar dan setia.”
Datanglah kepada-Nya dengan hati yang rendah, karena Tuhan tidak pernah menolak orang yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya.
Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar