Senin, 16 Maret 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 16-18
Kitab Hakim-hakim 17:2
“Berkatalah ia kepada ibunya: ‘Seribu seratus uang perak yang diambil dari padamu dan yang tentang itu engkau mengucapkan kutuk yang juga kudengar sendiri—sesungguhnya uang itu ada padaku; akulah yang mengambilnya.’”
Ayat ini menceritakan tentang Mikha yang mengaku telah mengambil uang ibunya. Setelah ia mengembalikannya, ibunya justru berkata bahwa uang itu dipersembahkan kepada Tuhan untuk membuat patung. Secara lahiriah terlihat seperti tindakan rohani, tetapi sebenarnya uang itu berasal dari perbuatan yang salah.
Dari kisah ini kita belajar beberapa hal:
1. Tuhan melihat sumber, bukan hanya hasilnya
Menggunakan sesuatu untuk tujuan rohani tidak otomatis membuatnya benar jika sumbernya salah. Tuhan peduli pada kejujuran hati kita.
2. Jangan mencoba “memutihkan” kesalahan dengan tindakan religius
Kadang orang berpikir kesalahan bisa ditutupi dengan memberi persembahan atau melakukan hal rohani. Tetapi Tuhan tidak dapat disuap oleh ritual.
3. Pertobatan sejati lebih penting daripada pembenaran diri
Yang Tuhan inginkan bukan sekadar pengembalian atau tindakan simbolis, tetapi hati yang benar-benar bertobat.
Renungan:
Jangan sampai kita mencoba “mencuci” kesalahan dengan aktivitas rohani. Tuhan menghendaki hidup yang jujur, bersih, dan tulus di hadapan-Nya.
Doa singkat:
“Tuhan, ajar kami hidup dalam kejujuran dan kebenaran. Mampukan kami memiliki hati yang bersih dan tidak menutupi kesalahan dengan cara apa pun. Amin.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar