Minggu, 15 Maret 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 13-15
Hakim-hakim 13:22-23 (TB) Berkatalah Manoah kepada isterinya: "Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah."
Tetapi jawab isterinya kepadanya: "Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini."
Dalam Kitab Hakim-hakim 13:22–23, diceritakan bahwa Manoah menjadi sangat takut setelah menyadari bahwa ia dan istrinya telah melihat malaikat Tuhan. Manoah berkata, “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”
Namun istrinya memberikan jawaban yang penuh hikmat. Ia berkata bahwa jika Tuhan bermaksud membunuh mereka, tentu Ia tidak akan menerima korban bakaran mereka, tidak akan memperlihatkan semua itu kepada mereka, dan tidak akan memberitahukan janji tentang kelahiran seorang anak.
Peristiwa ini mengajarkan bahwa manusia sering kali diliputi ketakutan ketika menghadapi perkara yang tidak dimengerti. Kita mudah berpikir bahwa sesuatu yang terjadi pasti membawa kebinasaan atau kesulitan. Padahal sering kali justru di balik peristiwa itu Tuhan sedang menyatakan rencana dan anugerah-Nya.
Istri Manoah melihat keadaan dengan iman. Ia menyadari bahwa tindakan Tuhan menunjukkan kebaikan, bukan kehancuran. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa ketika rasa takut datang, kita perlu mengingat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
Jika Tuhan telah memelihara kita sampai hari ini, itu berarti Ia masih memiliki rencana bagi hidup kita. Ketakutan tidak boleh mengalahkan iman kita kepada Tuhan yang penuh kasih.
Renungan:
Saat kita menghadapi situasi yang membuat kita takut atau bingung, ingatlah bahwa Tuhan tidak merencanakan kebinasaan bagi anak-anak-Nya. Percayalah bahwa di balik setiap peristiwa, Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar