Selasa, 17 Maret 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 19-21
Hakim-hakim 21:15 (TB) Maka bangsa itu merasa kasihan kepada suku Benyamin, karena TUHAN telah membuat keretakan di antara suku-suku Israel.
Kitab Hakim-hakim 21:15 menceritakan bagaimana bangsa Israel merasa berduka dan menaruh belas kasihan kepada saudara mereka dari suku Benyamin, karena hampir seluruh suku itu musnah akibat peperangan. Setelah kemarahan dan keputusan yang keras terjadi, hati mereka akhirnya digerakkan oleh rasa belas kasihan.
Dari peristiwa ini kita belajar beberapa hal penting:
1. Kita semua adalah saudara.
Bangsa Israel sadar bahwa walaupun mereka bersalah satu sama lain, mereka tetap satu keluarga. Demikian juga dalam kehidupan kita—di dalam Tuhan kita dipanggil untuk saling mengasihi dan memperhatikan satu sama lain.
2. Kemarahan tidak boleh mengalahkan belas kasihan.
Keputusan yang diambil dalam emosi sering membawa penyesalan. Tetapi ketika hati dipenuhi belas kasihan, kita mulai mencari jalan untuk memulihkan, bukan menghancurkan.
3. Tuhan menghendaki pemulihan, bukan kehancuran.
Ketika hati kita lembut terhadap sesama, kita sedang mencerminkan hati Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan.
Renungan:
Dalam kehidupan sehari-hari mungkin ada saudara, teman, atau sesama yang pernah menyakiti kita. Namun Tuhan mengajar kita untuk tidak hanya melihat kesalahannya, tetapi juga memiliki hati yang penuh belas kasihan. Belas kasihan membuka jalan bagi pemulihan dan perdamaian.
Doa singkat:
“Tuhan, lembutkan hatiku agar aku memiliki belas kasihan kepada sesamaku. Ajarku untuk mengampuni dan membangun kembali hubungan yang rusak. Amin.” (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar