Panggilan Tuhan Di Tengah Ketakutan


Kamis, 12 Maret 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 4-6

Hakim-hakim 6:11 (TB)  Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

Kitab Hakim-Hakim 6:11 menceritakan bahwa malaikat TUHAN datang dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, sementara Gideon sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur untuk menyembunyikannya dari orang Midian.

Situasi ini menunjukkan bahwa Gideon hidup dalam ketakutan. Bangsa Israel saat itu tertindas oleh Orang Midian, sehingga Gideon harus bekerja diam-diam agar hasil panennya tidak dirampas.

Namun justru di tengah ketakutan itulah Tuhan datang dan memanggil Gideon.

Sering kali kita berpikir bahwa Tuhan hanya memanggil orang yang kuat, berani, dan siap. Tetapi kisah Gideon menunjukkan bahwa Tuhan juga memanggil orang yang sedang takut, ragu, bahkan merasa tidak mampu.

Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Ia datang kepada kita dalam keadaan kita yang sebenarnya. Panggilan Tuhan bukan didasarkan pada kekuatan kita, melainkan pada penyertaan-Nya.

Pelajaran bagi kita:
- Tuhan dapat menjumpai kita di tengah keadaan yang penuh ketakutan.
- Kelemahan kita tidak menghalangi panggilan Tuhan.
- Ketika Tuhan memanggil, Ia juga yang memberi kekuatan.

Renungan:
Mungkin hari ini kita sedang merasa takut menghadapi masalah, masa depan, atau tanggung jawab yang besar. Ingatlah bahwa Tuhan dapat memanggil dan memakai kita justru di tengah keadaan itu. Ketakutan kita bukan akhir cerita, melainkan tempat di mana Tuhan mulai bekerja.

Doa singkat:
Tuhan, ketika aku merasa takut dan tidak mampu, tolong aku untuk tetap mendengar panggilan-Mu. Beri aku keberanian untuk melangkah karena Engkau menyertai hidupku. Amin. (PBW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages