Rabu, 29 Juli 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 28-30
Yesaya 30:29 (TB) Kamu akan menyanyikan suatu nyanyian seperti pada waktu malam ketika orang menguduskan diri untuk perayaan, dan kamu akan bersuka hati seperti pada waktu orang berjalan diiringi suling hendak naik ke gunung TUHAN, ke Gunung Batu Israel.
Sukacita sejati tidak selalu lahir karena semua masalah telah selesai. Dalam Yesaya 30, Tuhan berbicara kepada bangsa Israel yang sebelumnya hidup dalam pemberontakan, tetapi kemudian bertobat dan kembali kepada-Nya. Sebagai hasilnya, Tuhan menjanjikan pemulihan, sehingga mereka dapat kembali bernyanyi dan bersukacita.
Nyanyian dalam ayat ini bukan sekadar ungkapan emosi, tetapi respons hati yang mengalami kasih dan pertolongan Tuhan. Sama seperti orang Israel yang berjalan menuju Gunung Tuhan dengan iringan suling untuk beribadah, demikian juga hidup orang percaya seharusnya dipenuhi sukacita ketika melangkah semakin dekat kepada Tuhan.
Dunia menawarkan sukacita yang bergantung pada keadaan. Namun, sukacita dari Tuhan tetap ada sekalipun air mata belum kering dan pergumulan belum berakhir. Ketika kita memilih datang kepada-Nya, menyembah-Nya, dan mempercayai janji-Nya, Tuhan memenuhi hati kita dengan damai dan pengharapan yang tidak dapat diambil oleh keadaan apa pun.
Hari ini, jika beban hidup membuatmu sulit tersenyum, datanglah kembali kepada Tuhan. Biarlah hadirat-Nya mengubah ratapan menjadi nyanyian dan ketakutan menjadi sukacita.
Doa:
"Tuhan, ajarku untuk tetap memuji-Mu dalam segala keadaan. Biarlah sukacita yang berasal dari hadirat-Mu memenuhi hatiku, sehingga aku dapat berjalan dengan iman dan pengharapan setiap hari. Amin." (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar