Minggu, 5 Juli 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 4-6
Amsal 6:32 (TB) "Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri."
Dunia sering menggambarkan perzinahan sebagai sesuatu yang wajar atau sekadar mengikuti perasaan. Namun, firman Tuhan menyatakan hal yang berbeda. Perzinahan bukan hanya dosa terhadap Allah dan pasangan, tetapi juga tindakan yang merusak diri sendiri.
Kerusakan itu dapat terjadi dalam banyak aspek: hubungan yang hancur, hilangnya kepercayaan, luka emosional, rasa bersalah, bahkan rusaknya kesaksian sebagai orang percaya. Kenikmatan sesaat tidak sebanding dengan konsekuensi yang panjang.
Amsal menyebut orang yang berzinah sebagai "tidak berakal budi," bukan karena kurang cerdas, tetapi karena mengabaikan hikmat Tuhan dan memilih jalan yang membawa kehancuran. Hikmat sejati mengajarkan kita untuk menjaga hati, pikiran, dan tubuh sebagai persembahan yang kudus bagi Allah.
Jika hari ini Anda sedang menghadapi godaan, jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Datanglah kepada Tuhan, jauhi kesempatan untuk berbuat dosa, dan bangun batasan-batasan yang sehat. Bila Anda pernah jatuh, jangan tinggal dalam rasa bersalah. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan menyediakan pengampunan dan pemulihan bagi setiap orang yang datang kepada-Nya.
Poin-Poin Pembelajaran
● Dosa seksual selalu membawa dampak yang merusak diri sendiri.
● Hikmat Tuhan menolong kita memilih kekudusan daripada kenikmatan sesaat.
● Menjaga kekudusan dimulai dengan menjaga hati, pikiran, dan pergaulan.
● Pertobatan yang tulus membuka jalan bagi pemulihan dari Tuhan.
Doa
Tuhan, tolong aku hidup dalam kekudusan dan memberi hikmat untuk menolak setiap godaan. Jagalah hati, pikiran, dan langkahku agar hidupku memuliakan nama-Mu. Jika aku pernah jatuh, pulihkan aku oleh kasih karunia-Mu dan mampukan aku hidup benar di hadapan-Mu. Amin.
Referensi Ayat
1 Korintus 6:18 — "Jauhkanlah dirimu dari percabulan."
Mazmur 119:9 — "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?"
Ibrani 13:4 — "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan."
Hari ini, pilihlah hidup dalam kekudusan. Jangan biarkan godaan sesaat merusak masa depan yang Tuhan telah sediakan. Jagalah hati dan hiduplah dalam hikmat-Nya.
Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar