Kamis, 9 Juli 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 16-18
"Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib." (Amsal 17:9 TB)
Dalam hubungan apa pun—keluarga, persahabatan, maupun pelayanan—tidak ada seorang pun yang sempurna. Kita semua pernah melakukan kesalahan dan juga pernah disakiti. Pertanyaannya bukanlah apakah kesalahan itu ada, tetapi bagaimana kita meresponsnya.
Ayat ini tidak mengajarkan kita untuk menutupi dosa demi membenarkan kejahatan. Sebaliknya, ketika seseorang telah mengakui kesalahannya dan ada pertobatan, kasih memilih untuk mengampuni, bukan terus mengungkit masa lalu. Mengingatkan kesalahan yang sudah diselesaikan hanya akan membuka kembali luka dan merusak hubungan yang telah dipulihkan.
Sebaliknya, orang yang terus membangkit-bangkit perkara, menyebarkan kesalahan orang lain, atau menjadikan masa lalu sebagai senjata, perlahan-lahan akan menghancurkan kepercayaan dan memisahkan sahabat yang paling dekat sekalipun.
Yesus telah memberi teladan kepada kita. Ia mengampuni dosa-dosa kita dan tidak terus-menerus mengingatkan masa lalu kita. Karena itu, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai, bukan pembawa pertengkaran.
Hari ini, mari memilih kasih daripada kebencian, pengampunan daripada kepahitan, dan pemulihan daripada perpecahan.
Renungkan: Apakah ada seseorang yang kesalahannya masih terus Anda ungkit, padahal Tuhan sedang mengajar Anda untuk mengampuni?
Doa: Tuhan, berikan aku hati yang penuh kasih dan pengampunan. Tolong aku untuk tidak mengungkit kesalahan orang lain, tetapi menjadi alat-Mu yang membawa damai dan pemulihan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar