Pasangan Tidak Seimbang


Rabu, 27 Nopember 2024

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Korintus 4-6

2 Korintus 6:14 (TB)  Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Tentang pasangan hidup, firman Tuhan melarang orang percaya berpasangan dengan orang yang tidak percaya. Perbedaan keduanya diumpamakan seperti kebenaran vs kedurhakaan atau terang vs gelap.
Berpasangan atau menikah dengan orang tidak percaya (tidak seiman) akan menjadi pasangan yang tidak seimbang, tidak selevel, tidak sevisi atau tidak sejalan.

Berpasangan dengan orang yang tidak percaya ...

1. Pondasi kehidupan rohani yang berbeda.

Orang yang percaya berdasarkan Kristus dan Firman Tuhan sedangkan yang tidak percaya berdasarkan keyakinan dan kitab lain. Akibatnya tidak ada kesatuan secara rohani. Sikap dalam menyelesaikan persoalan pun akan berbeda. Hal ini menghilangkan damai sejahtera dan sukacita dalam rumah tangga.

2. Tujuan pernikahan yang berbeda.

Orang yang percaya tujuannya bagaimana menyenangkan Tuhan bersama keluarganya. Tetapi yang tidak percaya tujuannya adalah kepuasan hidup duniawi. Tujuan yang berbeda akan menyebabkan rumah tangga rawan konflik, akan penuh dengan perbedaan yang selalu membuat tidak nyaman dan tidak tenang.

3. Masa depan pernikahan yang berbeda.

Bila menikah dengan orang yang seiman akan menikmati damai sejahtera dalam Tuhan. Kristus menjadi Tuhan dan Raja dalam keluarga. Anak-anak bisa dididik dalam takut akan Tuhan serta semua anggota keluarga bisa beribadah dan melayani Tuhan bersama-sama. Tetapi menikah dengan orang tidak seiman tidak akan mengalami hal tersebut. 

Bagi para pemuda, pemudi atau single ... berdoalah dan carilah pasangan yang seiman. Tutuplah pintu  pasangan yang tidak seimbang atau tidak seiman. Sebab rencana Tuhan hanya akan digenapi bila menikah dengan orang yang seiman. Jangan hanya mengejar perkara duniawi, kecocokan secara fisik dan emosi tetapi kejarlah perkara rohani yaitu keseimbangan secara rohani. Tetaplah berharap dan nantikanlah jodoh seiman dari Tuhan. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages