Kebersamaan



Hari 8
Kamis, 12 Januari 2017
Kebersamaan
Markus 3:14

Setiap budaya memiliki tradisi atau nilai yang diturunkan turun- temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tradisi itu kemudian terus berkembang, mengakar sehingga menjadi sebuah nilai yang dipegang teguh dari generasi ke generasi bahkan terkadang sampai generasi di bawahnya sudah tidak tahu alasan kenapa mereka melakukan tradisi itu. Yang mereka tahu, tradisi itu diturunkan turun-temurun dari nenek moyangnya.

Dalam budaya kuno, proses penurunan tradisi itu biasanya dilakukan di depan api unggun. Satu orang yang dituakan, akan menceritakan sebuah kisah, sementara orang-orang muda mendengarkannya. Ketika anak muda itu menjadi dewasa maka ia akan mengulangi ritual yang sama sehingga tradisinya terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Kerajaan Allah pun memiliki tradisi yang telah diturunkan kepada kita oleh "leluhur" kita, Yesus. Dan tugas kita adalah meneruskan tradisi Kerajaan Allah ini kepada orang di bawah kita sehingga nilai-nilai kebenaran ini tidak hilang. Bagaimana caranya? Lewat kebersamaan. Di masa lalu nilai tersebut diturunkan saat kebersamaan di depan api unggun. Yang jadi poinnya bukan api unggunnya tapi kebersamaannya. Saat kita bersama-sama sebagai satu gereja, satu tubuh Kristus, itu adalah saat yang tepat untuk meneruskan tradisi Kerajaan Allah.

"Semua legenda yang hebat adalah cetakan bagi sikap manusia." (John Borman)

Pokok Doa:
Mintalah kepada Tuhan agar ketika kita berkumpul bersama ada momen untuk saling membagikan nilai bukan sekedar kumpul-kumpul belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages