Sabtu, 31 Oktober 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Lukas 22-24
"Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya."
Lukas 23:25 (TB)
Lukas 23:25 menggambarkan sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan. Barabas, seorang pemberontak dan pembunuh, dibebaskan, sedangkan Yesus yang tidak bersalah diserahkan untuk disalibkan. Keputusan Pilatus menunjukkan bagaimana tekanan suara orang banyak dapat mengalahkan keberanian untuk melakukan kebenaran.
Dari peristiwa ini, ada tiga pelajaran penting bagi kehidupan kita.
1. Jangan Mengorbankan Kebenaran demi Menyenangkan Orang Lain
Pilatus sebenarnya mengetahui bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi ia memilih mengikuti tuntutan orang banyak.
Dalam kehidupan, terkadang kita juga menghadapi tekanan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran. Kita takut ditolak, tidak disukai, atau kehilangan sesuatu sehingga akhirnya mengorbankan prinsip iman kita.
Jangan biarkan keinginan untuk menyenangkan manusia membuat kita tidak lagi berani menyenangkan Tuhan.
2. Ketidakadilan Manusia Tidak Pernah Mengubah Kebenaran Tuhan
Barabas dibebaskan, sementara Yesus yang tidak bersalah dihukum. Secara manusia, peristiwa ini terlihat sangat tidak adil.
Namun, di balik ketidakadilan itu, ada rencana keselamatan Allah yang sedang digenapi. Yesus rela menanggung hukuman yang seharusnya menjadi bagian manusia berdosa.
Ingatlah, ketika kita diperlakukan tidak adil, jangan kehilangan iman. Penilaian manusia tidak pernah menjadi ukuran nilai diri kita di hadapan Tuhan.
3. Pengorbanan Yesus Mengajarkan Kita Arti Kasih yang Sejati
Yesus tidak bersalah, tetapi Ia rela menyerahkan diri-Nya untuk menanggung dosa manusia.
Salib menjadi bukti bahwa kasih sejati bukan hanya tentang perkataan, melainkan kesediaan untuk berkorban.
Karena itu, jangan menjalani hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri. Belajarlah mengasihi, mengampuni, dan melakukan kebaikan sekalipun tidak selalu mendapatkan balasan yang sama.
PENUTUP
Barabas dibebaskan, Yesus diserahkan untuk dihukum. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah anugerah yang sangat mahal, dibayar melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Jangan menggadaikan kebenaran demi penerimaan manusia. Jangan kehilangan iman karena ketidakadilan. Dan jangan pernah melupakan besarnya kasih Tuhan yang telah dinyatakan melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.
Sudahkah kita berani berdiri dalam kebenaran sekalipun harus berbeda dari orang banyak? Mari belajar hidup dalam kebenaran, tetap setia kepada Tuhan, dan menghargai pengorbanan Yesus setiap hari. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar