Kamis, 8 Oktober 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Maleakhi 1-2
Maleakhi 2:5 (TB)
“Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya — pada pihak lain ketakutan — dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.”
Tuhan menggambarkan hubungan-Nya dengan umat-Nya sebagai sebuah perjanjian. Di dalam perjanjian itu ada kehidupan, sejahtera, dan juga sikap takut akan Tuhan.
Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan karena hukuman, tetapi memiliki rasa hormat, kagum, dan kesungguhan untuk menaati-Nya.
1. Tuhan Menginginkan Kita Mengalami Kehidupan
Kehidupan yang Tuhan berikan bukan hanya sekadar keberadaan secara jasmani. Tuhan ingin hidup kita memiliki tujuan, arah, dan makna.
Ketika kita berjalan bersama Tuhan, kita belajar melihat bahwa hidup ini bukan milik kita sepenuhnya. Ada kehendak Tuhan yang perlu kita ikuti.
2. Tuhan Memberikan Sejahtera
Sejahtera bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Sejahtera berarti memiliki hati yang tetap teguh karena mengetahui bahwa Tuhan memegang kehidupan kita.
Mungkin keadaan belum berubah, tetapi hati kita dapat tetap tenang karena kita percaya kepada Dia yang tidak pernah kehilangan kendali.
3. Takut Akan Tuhan Menjaga Langkah Kita
Ketika seseorang sungguh-sungguh menghormati Tuhan, ia tidak akan sembarangan dalam perkataan, keputusan, maupun perbuatannya.
Takut akan Tuhan membuat kita bertanya sebelum mengambil keputusan:
“Apakah ini menyenangkan hati Tuhan?”
Bukan hanya, “Apakah ini menguntungkan saya?”
4. Hormati Nama Tuhan dalam Kehidupan Kita
Nama Tuhan seharusnya tidak hanya kita sebut ketika beribadah, tetapi juga kita hormati melalui karakter dan kehidupan sehari-hari.
Integritas kita di tempat kerja, cara kita memperlakukan orang lain, cara kita berbicara, dan keputusan yang kita ambil semuanya dapat menjadi kesaksian tentang siapa Tuhan yang kita sembah.
5. Berjalan dalam Perjanjian Tuhan
Tuhan memberikan kehidupan dan sejahtera, tetapi kita juga dipanggil untuk hidup dalam takut akan Dia.
Berkat Tuhan tidak boleh membuat kita melupakan Tuhan. Sebaliknya, berkat seharusnya membuat kita semakin menghormati dan mengasihi Dia.
Doa:
“Tuhan, ajar kami untuk menghargai perjanjian-Mu dalam hidup kami. Berikan kami kehidupan yang memiliki tujuan dan hati yang mengalami damai sejahtera. Ajarlah kami untuk takut akan Engkau, menghormati nama-Mu, dan hidup dalam ketaatan kepada kehendak-Mu. Biarlah hidup kami menjadi kesaksian tentang kebaikan dan kesetiaan-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.”
Renungkan:
Apakah kehidupan saya saat ini menunjukkan bahwa saya sungguh-sungguh menghormati Tuhan?
Jangan hanya mengejar berkat dari Tuhan. Kejarlah Tuhan yang adalah sumber segala berkat. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar