Senin, 12 Oktober 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Matius 7-9
Matius 8:15 (TB) — “Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.”
Renungan:
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya berkuasa menyembuhkan, tetapi juga peduli terhadap keadaan manusia secara pribadi. Ketika ibu mertua Petrus terbaring karena demam, Yesus datang, memegang tangannya, dan menyembuhkannya. Setelah sembuh, perempuan itu segera bangun dan melayani Yesus.
Dari kisah ini, kita belajar tiga hal penting dalam kehidupan iman kita.
1. Tuhan Peduli terhadap Keadaan Kita
Yesus tidak mengabaikan penderitaan perempuan itu. Ia datang dan memegang tangannya. Tindakan sederhana ini menunjukkan perhatian dan kasih-Nya.
Mungkin hari ini kita sedang mengalami kelemahan, pergumulan, kekecewaan, atau kelelahan yang tidak diketahui orang lain. Ingatlah bahwa Tuhan mengetahui keadaan kita. Kita tidak pernah terlalu kecil untuk diperhatikan oleh-Nya.
Jangan menyerah dalam pergumulan, sebab kita memiliki Tuhan yang peduli dan sanggup menolong kita.
2. Pertolongan Tuhan Membawa Pemulihan
Ketika Yesus memegang tangan perempuan itu, lenyaplah demamnya. Kuasa Tuhan membawa perubahan dalam keadaannya.
Kita pun membutuhkan sentuhan Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan, baik secara rohani, emosional, maupun dalam menghadapi pergumulan sehari-hari. Tuhan dapat memberikan kekuatan baru ketika kita merasa lemah dan pengharapan ketika kita hampir menyerah.
Namun, kita perlu memahami bahwa pemulihan Tuhan tidak selalu terjadi dengan cara atau waktu yang kita harapkan. Apa pun keadaan kita, tetaplah percaya dan bersandar kepada-Nya.
3. Pemulihan Tuhan Menghasilkan Hati yang Mau Melayani
Setelah sembuh, perempuan itu bangun dan melayani Yesus. Ia tidak hanya menikmati pemulihan yang diterimanya, tetapi juga meresponsnya dengan pelayanan.
Demikian pula dengan kita. Ketika Tuhan memberikan kekuatan, pertolongan, dan kesempatan baru, gunakanlah semuanya untuk memuliakan nama-Nya.
Melayani Tuhan tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Kita dapat melayani melalui keluarga, pekerjaan, gereja, dan tindakan kasih kepada sesama.
Jangan hanya mencari tangan Tuhan untuk menerima berkat-Nya, tetapi berikanlah tangan kita untuk melayani Dia.
Penutup:
Tuhan yang sanggup memulihkan kita juga memiliki tujuan dalam hidup kita. Ketika kita mengalami pertolongan-Nya, jangan berhenti pada rasa syukur saja. Bangkitlah, jalani kehidupan dengan iman, dan jadilah berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli terhadap setiap keadaan kami. Jamahlah dan kuatkan kami ketika kami lemah. Tolong kami untuk tetap percaya kepada-Mu dan memakai hidup kami untuk melayani serta memuliakan nama-Mu. Amin.
Renungkan: Apakah pemulihan dan pertolongan yang Tuhan berikan selama ini sudah kita respons dengan kesediaan untuk melayani-Nya?
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar