Selasa, 20 Oktober 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Markus 4-6
Markus 5:27 (TB)
“Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.”
Pernahkah kita berada dalam situasi ketika masalah terasa begitu berat, harapan mulai menipis, dan kita tidak tahu lagi harus berbuat apa?
Perempuan dalam Markus 5 adalah seorang yang telah menderita pendarahan selama dua belas tahun. Ia sudah mengalami penderitaan panjang dan berbagai kesulitan. Namun, ketika mendengar tentang Yesus, ia tidak menyerah. Ia berusaha mendekati Yesus dan menjamah jubah-Nya.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa ketika hidup terasa sulit, jangan menjauh dari Tuhan. Justru datanglah semakin dekat kepada-Nya.
1. Dengarkan Kabar tentang Yesus, Bukan Hanya Suara Masalah
Firman Tuhan berkata bahwa perempuan itu sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Berita yang didengarnya membangkitkan harapan di tengah penderitaannya.
Sering kali, masalah membuat kita lebih banyak mendengarkan suara ketakutan daripada suara iman. Kita terus memikirkan kegagalan, perkataan orang lain, dan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.
Namun, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Yesus tetap sanggup menolong di tengah situasi yang sulit.
Pelajaran: Jangan biarkan masalah menjadi suara terbesar dalam hidupmu. Berikan ruang bagi firman Tuhan untuk membangkitkan kembali iman dan pengharapanmu.
2. Jangan Biarkan Kesulitan Menghentikan Langkah Imanmu
Perempuan itu mendekati Yesus di tengah kerumunan orang banyak. Ia tidak membiarkan keadaan yang sulit menghentikan usahanya untuk datang kepada Tuhan.
Demikian juga dengan kita. Ada kalanya kita harus berjuang melewati kekecewaan, kelelahan, penolakan, atau pergumulan yang tidak diketahui orang lain.
Mungkin langkahmu kecil. Mungkin doamu hanya berupa air mata. Namun, jangan berhenti datang kepada Tuhan.
Pelajaran: Iman bukan berarti kita tidak pernah merasa lemah. Iman berarti kita tetap memilih mendekat kepada Yesus sekalipun keadaan belum berubah.
3. Percayalah, Yesus Tidak Mengabaikan Orang yang Datang kepada-Nya
Perempuan itu datang dengan harapan bahwa Yesus sanggup menolongnya. Dalam ayat-ayat selanjutnya, kita membaca bahwa ia mengalami kesembuhan setelah menjamah jubah Yesus.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa Yesus mengetahui penderitaan manusia dan berkuasa menolong. Namun, kita juga perlu memahami bahwa jawaban Tuhan tidak selalu datang dengan cara atau waktu yang kita harapkan.
Ketika jawaban belum terlihat, jangan langsung menyimpulkan bahwa Tuhan melupakanmu. Tetaplah berdoa, berpegang pada firman-Nya, dan melangkah dalam iman.
Pelajaran: Datanglah kepada Yesus bukan hanya karena kita menginginkan mukjizat, tetapi karena kita percaya kepada pribadi-Nya, kasih-Nya, dan kuasa-Nya.
Penutup
Mungkin hari ini Anda sedang menghadapi pergumulan yang terasa panjang. Anda sudah berdoa, berusaha, dan menunggu, tetapi keadaan belum juga berubah.
Ingatlah perempuan yang mendekati Yesus di tengah kerumunan itu. Ia tidak membiarkan penderitaannya menjadi alasan untuk menyerah.
Jangan menyerah. Jangan berhenti berdoa. Jangan menjauh dari Yesus hanya karena hidup sedang tidak mudah.
Ketika Anda tidak tahu harus melangkah ke mana, datanglah kepada-Nya. Sebab, di dalam Yesus, kita selalu memiliki alasan untuk berharap dan kekuatan untuk terus berjalan.
🙏 Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sumber pengharapan kami. Ketika masalah membuat kami lemah dan keadaan terasa tidak menentu, tolong kami untuk tetap mendekat kepada-Mu. Bangkitkan iman kami, kuatkan hati kami, dan ajar kami untuk tetap percaya kepada-Mu sekalipun jawaban belum kami lihat. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Ajakan
Jika hari ini Anda sedang menghadapi pergumulan, jangan menyerah dan jangan berhenti datang kepada Yesus. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar