Rabu, 31 Desember 2025
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 19-22
Wahyu 21:10-11 (TB) Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.
Langit dan bumi akan berlalu, dan akhir dari kesudahannya Tuhan akan menciptakan Yerusalem Baru, sebuah kota surgawi yang penuh kemuliaan. Wahyu 21:1-27 memberikan deskripsi secara detail tentang kemuliaan Yerusalem Baru.
Setiap orang yang ditemukan namanya dalam Kitab Kehidupan akan masuk ke dalam Yerusalem Baru, sedangkan yang tidak ditemukan dalan Kitab Kehidupan akan masuk dalam hukuman yang kekal (neraka).
Wahyu 20:12 (TB) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Wahyu 20:13 (TB) Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Wahyu 20:14-15 (TB) Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Wahyu 21:27 (TB) Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.
Kita tentu rindu masuk ke dalam Yerusalem Baru dan tidak mau masuk ke dalam lautan api yaitu hukuman yang kekal (neraka). Sebab itu hendaklah kita percaya kepada Tuhan Yesus, hidup setia dan takut akan Tuhan sehingga nama kita didapati ada dalam Kitab Kehidupan. Hidup kita di dunia jangan untuk bermain-main dengan dosa dan mengejar kepuasan daging. Mari kita lebih giat lagi hidup kudus dan menyenangkan hati Tuhan.
Hari ini kita berada di penghujung tahun 2025. Baiklah renungan ini kita jadikan refleksi kehidupan kita. Jangan ulangi kegagalan dan kehidupan yang berdosa di tahun 2025. Marilah kita hidup dengan sikap laku yang baru di tahun 2026. Dengan demikian menyiapkan diri kita untuk masuk ke dalam Yerusalem Baru. Selamat menyambut Tahun Baru 2026. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar