Jatuh Dalam Dosa Yang Dalam


Jumat, 26 Desember 2025

Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 1-3

Wahyu 2:5 (TB)  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Apa yang dimaksud dengan "betapa dalamnya engkau telah jatuh"?
Marilah kita melihat dalam beberapa terjemahan yang lain.

Wahyu 2:5 (BIMK)  Sebab itu, ingatlah betapa jauh kalian sudah jatuh! Bertobatlah dari dosa-dosamu, dan lakukanlah apa yang kalian lakukan semula. Kalau tidak, maka Aku akan datang kepadamu dan mencabut kaki lampumu itu dari tempatnya. 

Wahyu 2:5 (FAYH)  Cobalah kenangkan kasih kalian yang mula-mula itu (alangkah berbedanya dengan sekarang!). Kembalilah kepada-Ku dan bekerjalah seperti dahulu. Kalau tidak, Aku akan datang dan menyingkirkan kaki dian kalian dari tempatnya di antara jemaat-jemaat.

Berdasarkan terjemahan di atas dan ayat sebelumnya, maka kita bisa belajar, sebagai berikut:

1. Jatuh dalam dosa yang dalam karena meninggalkan kasih yang semula.

Wahyu 2:4 (TB)  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Pada waktu kita lahir baru (bertobat dan percaya Tuhan Yesus), kita memiliki kasih yang mula-mula. Ada kasih kepada Tuhan, roh yang menyala-nyala dan kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan. Kita rajin berdoa, beribadah dan memuliakan Tuhan bahkan melayani Tuhan.

Marilah kita melihat keadaan kita saat ini, apakah kasih yang semula masih ada? Ataukah kita telah meninggalkan kasih yang semula dan saat ini kehidupan rohani kita seperti suam-suam kuku?

2. Tuhan menghendaki kita kembali kepada kasih yang semula.

Wahyu 2:5 (TB)  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Tuhan meminta kita bertobat dan melakukan lagi apa yang semula kita lakukan. Maka kehidupan rohani akan menjadi hidup kembali. Ada kerinduan bersekutu, beribadah dan melayani Tuhan. Ada arti dan tujuan hidup yang sedang kita jalani. 

Jatuh dalam dosa yang dalam bukan berarti membunuh, berzinah atau melakukan dosa-dosa kriminal tetapi meninggalkan kasih yang semula. Inilah refleksi kita di akhir tahun 2025, marilah kita songsong tahun 2026 dengan kembali kepada kasih yang mula-mula. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages