Kanak-kanak Rohani


Senin, 15 Desember 2025

Bacaan Alkitab Setahun: Ibrani 4-6

Ibrani 5:12 (TB)  Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 

Perbedaan seorang bayi dengan orang dewasa, salah satunya adalah makanannya. Bayi hanya sanggup minum susu sebagai makanannya sedangkan orang dewasa sanggup mencerna makanan yang keras.

Firman Tuhan memberikan gambaran bahwa orang Kristen yang belum dewasa rohani (kanak-kanak rohani) tidak sanggup menerima makanan keras.

Apa ciri-ciri orang Kristen yang masih kanak-kanak rohani?

1. Lamban memahami firman Tuhan.

Ibrani 5:11 (TB)  Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

Kanak-kanak rohani sulit untuk mendengar dan melakukan firman Tuhan. Ini terjadi karena tidak ada kehausan dan kerinduan akan firman Tuhan. Fokus hidupnya hanya perkara jasmani sehingga tidak menyukai perkara rohani.

2. Tidak memahami ajaran kebenaran.

Ibrani 5:13 (TB)  Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

Pengenalan akan Tuhan secara pribadi belum berkembang sehingga tidak memahami ajaran tentang kebenaran. Ia hanya memikirkan tentang apa yang menyenangkan diri sendiri, bukan menyenangkan Tuhan.

3. Tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat.

Ibrani 5:14 (TB)  Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Kanak-kanak rohani mudah berbuat salah, jatuh ke dalam dosa sebab tidak bisa membedakan yang baik dan yang jahat.

Dalam kehidupan sehari-hari ada orang Kristen yang sudah puluhan tahun menjadi Kristen tetapi sikap lakunya masih seperti kanak-kanak. Selalu mencari perhatian, selalu menjadi beban untuk dilayani, tidak mau ditegur, tidak mau bertobat dan merasa dirinya paling benar sehingga tidak mau menundukkan diri atau tinggi hati. Orang yang demikian sekalipun pintar, kaya raya, berdudukan tinggi dan multitalenta sesungguhnya adalah kanak-kanak rohani.

Marilah kita bertumbuh, jangan terus-menerus menjadi kanak-kanak rohani, tetapi bertumbuhlah menjadi dewasa rohani yang berbuah dan berdampak positif bagi dunia. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages