Selasa, 16 Desember 2025
Bacaan Alkitab Setahun: Ibrani 7-9
Ibrani 7:24 (TB) Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.
Dalam bahasa sederhana, pengertian imam adalah pengantara manusia kepada Allah. Pada zaman Perjanjian Lama, ada banyak yang bertugas sebagai imam yaitu keturunan Harun. Tetapi ada imam besar sebagai pemimpin dan bertugas setahun sekali masuk ke tempat kudus mewakili umat di hadapan Tuhan.
Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung, yaitu penyempurnaan dari gambaran imam di Perjanjian Lama. Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung yang kekal atau selama-lamanya.
1. Yesus Kristus berasal dari sorga, bukan dari bumi.
Imam-imam dari bumi adalah fana berakhir kepada kematian, tetapi Yesus Kristus adalah kekal, dari dahulu, sekarang dan selamanya. Ia tetap hidup sampai selama-lamanya.
Ibrani 9:11 (TB) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, —
2. Yesus Kristus tidak mengorbankan darah binatang, melainkan darah-Nya sendiri sebagai korban yang sempurna di hadapan Allah.
Ibrani 9:12 (TB) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
3. Yesus Kristus merasakan semua penderitaan kita dan menyampaikannya kepada Allah.
Sampai saat ini Yesus Kristus menjadi Pengantara kita di hadapan Allah. Apa yang menjadi keluhan, penderitaan dan pergumulan kita, Ia bawa ke hadapan Allah untuk mendapatkan pertolongan-Nya pada waktunya.
Ibrani 4:14-15 (TB) Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Kita sangat bersyukur memiliki Imam Besar Agung, Imam Besar yang kekal yang senantiasa menjadi Pengantara kita di hadapan Allah. Apapun yang menjadi masalah dan pergumulan kita, sampaikanlah kepada Tuhan Yesus dalam doa, permohonan dan ucapan syukur. Ia akan membawanya kepada Allah, maka nantikanlah penggenapannya dalam hidup kita. Tetaplah setia kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat serta Imam Besar Agung kita. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar