Kamis, 30 April 2026
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 4-6
2 Tawarikh 6:7-9 (TB) Ketika Daud, ayahku, bermaksud mendirikan rumah untuk nama TUHAN, Allah Israel,
berfirmanlah TUHAN kepadanya: Engkau bermaksud mendirikan rumah untuk nama-Ku, dan maksudmu itu memanglah baik;
hanya, bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak, dialah yang akan mendirikan rumah itu untuk nama-Ku.
Daud memiliki kerinduan yang besar untuk membangun rumah bagi Tuhan. Itu bukan sekadar proyek megah, tetapi lahir dari hati yang mengasihi dan menghormati Allah. Tuhan melihat niat Daud, dan Dia berkata bahwa maksud itu memang baik. Betapa indahnya: Tuhan bukan hanya melihat hasil akhir, tetapi juga hati di balik setiap kerinduan kita.
Namun, Tuhan memiliki rencana yang berbeda. Daud tidak menjadi orang yang membangun bait itu; tugas itu diberikan kepada Salomo, anaknya. Meski demikian, niat Daud tetap dihargai oleh Tuhan. Ini mengajarkan bahwa ketaatan bukan hanya tentang melakukan apa yang kita inginkan bagi Tuhan, tetapi juga menerima dengan rendah hati apa yang Tuhan kehendaki.
Kadang kita memiliki rencana yang baik, tetapi Tuhan mengarahkan jalan yang berbeda. Jangan kecewa jika peran kita bukan menjadi pelaksana utama. Bisa jadi, Tuhan memanggil kita untuk mempersiapkan jalan bagi orang lain. Yang terpenting adalah hati yang tulus, taat, dan rela dipakai sesuai kehendak-Nya.
Tuhan menghargai setiap niat baik yang lahir dari kasih kepada-Nya. Tidak ada kerinduan yang tulus yang sia-sia di hadapan-Nya.
Miliki hati yang siap berkata, “Tuhan, bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu yang jadi.” Percayalah, rencana-Nya selalu lebih baik. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar