Senin, 20 April 2026
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 22-25
2 Raja-raja 22:13 (TB) "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya."
Ayat tersebut muncul ketika Raja Yosia mendengar kembali kitab Taurat yang telah lama “hilang” dalam kehidupan bangsa Yehuda. Responsnya bukan biasa—ia takut akan Tuhan, merendahkan diri, dan segera mencari petunjuk Tuhan. Ia sadar bahwa masalah terbesar bangsanya bukan keadaan luar, tetapi ketidaktaatan pada firman Tuhan.
Seringkali, firman Tuhan juga “hilang” bukan karena tidak ada, tetapi karena tidak dibaca, tidak didengar, dan tidak dilakukan. Yosia mengajarkan bahwa saat firman kembali berbicara, respons kita haruslah pertobatan dan ketaatan.
Pelajaran yang bisa diambil:
1. Firman Tuhan harus menjadi pusat hidup.
Kehancuran rohani terjadi ketika firman diabaikan. Bangsa Yehuda jatuh karena tidak mendengarkan firman Tuhan.
2. Kesadaran akan dosa adalah awal pemulihan.
Yosia tidak membela diri, tetapi mengakui kesalahan nenek moyangnya dan bangsanya.
3. Kerendahan hati membuka jalan bagi petunjuk Tuhan.
Ia tidak mengandalkan kekuasaannya sebagai raja, tetapi mencari kehendak Tuhan dengan sungguh-sungguh.
4. Mendengar saja tidak cukup—harus melakukan.
Masalah utama bukan tidak tahu firman, tetapi tidak hidup sesuai firman.
Mari kembali menjadikan firman Tuhan sebagai dasar hidup kita. Jangan hanya membaca, tetapi renungkan dan lakukan setiap hari. Ambil waktu hari ini untuk membuka firman Tuhan dan bertanya: “Tuhan, apa yang harus aku ubah dalam hidupku?” Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar