Hati Yang Mau Diperbaiki


Sabtu, 4 April 2026

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 19-21

2 Samuel 21:3 (TB)  Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?" 

Dalam 2 Samuel 21:3, kita melihat sikap Daud yang luar biasa. Ia berkata kepada orang Gibeon: “Apakah yang dapat kuperbuat bagimu… supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?”

Ayat ini muncul saat Israel mengalami kelaparan panjang. Setelah mencari Tuhan, Daud menyadari bahwa ada dosa lama—ketidakadilan yang dilakukan Saul terhadap orang Gibeon—yang belum diselesaikan. 

Alih-alih mengabaikan atau menyalahkan masa lalu, Daud mengambil langkah berani: ia datang dengan hati yang rendah dan bertanya, “Apa yang bisa aku lakukan untuk memperbaiki ini?” Ia tidak defensif, tidak mencari alasan, tetapi mau bertanggung jawab dan memulihkan hubungan yang rusak. 

Dari sini kita belajar satu hal penting:
Pemulihan berkat seringkali dimulai dari keberanian untuk memperbaiki kesalahan.

Kadang hidup kita terasa “kering”—relasi retak, hati gelisah, atau jalan terasa tertutup. Bisa jadi bukan karena Tuhan jauh, tetapi karena ada hal yang belum dibereskan: luka yang belum disembuhkan, kesalahan yang belum diakui, atau hubungan yang belum dipulihkan.

Daud mengajarkan kita untuk tidak lari dari masalah, tetapi datang dengan kerendahan hati dan berkata:
Tuhan, apa yang harus aku perbaiki?

Ketika kita berani mengambil langkah pemulihan, di situlah jalan bagi berkat Tuhan kembali terbuka.

Hari ini, tanyakan pada Tuhan dengan jujur: “Apa yang perlu aku perbaiki?”
Ambil satu langkah nyata—minta maaf, berdamai, atau membereskan hal yang tertunda—dan izinkan Tuhan memulihkan hidupmu sepenuhnya.
Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages