Sikap Jemaat Atas Kehadiran Tuhan


Minggu, 1 Pebruari 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 7-9

Imamat 9:24 (TB)  Dan keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan korban bakaran dan segala lemak di atas mezbah. Tatkala seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah.

Seusai Harun mempersembahkan korban bakaran, maka ia bersama Musa masuk ke dalam Kemah Pertemuan. Mereka keluar dan memberkati bangsa Israel, lalu tampaklah kemuliaan Tuhan kepada segenap bangsa itu (Imamat 9:23).

Tuhan hadir di hadapan umat-Nya, Ia menghanguskan korban bakaran yang dipersembahkan di atas mezbah. Tatkala seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah. Dari Imamat 9:24, kita melihat sikap jemaat atas kehadiran Tuhan.

1. Jemaat memuji Tuhan

Bersorak-sorai adalah wujud memuji Tuhan, yaitu mengagungkan dan memegahkan nama Tuhan dengan sukacita. 

Dalam ibadah kita juga menyanyikan lagu pujian sebagai ungkapan syukur dan pujian atas karya Tuhan dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan dalam ibadah diresponi jemaat dengan puji-pujian, bertepuk tangan dan bersorak-sorai.

2. Jemaat sujud menyembah

Sikap sujud menyembah adalah wujud penghormatan yang paling intim kepada Tuhan. Melalui penyembahan kita menundukkan diri dan menyatakan kasih kita kepada Tuhan.

Dalam ibadah kita juga menyanyikan lagu penyembahan, nyanyian baru, mengangkat tangan dan berdoa. Di sinilah kita menikmati keintiman dengan Tuhan.

Jemaat yang dewasa akan senantiasa menyikapi kehadiran Tuhan dengan pujian dan penyembahan. Sebab itu ketika kita beribadah, nikmati hadirat Tuhan, marilah dengan segenap hati memuji dan menyembah Tuhan. Selamat hari Minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages