Selasa, 6 Januari 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-18
Kejadian 17:19 (TB) Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
Pada umur sembilan puluh sembilan tahun, Allah kembali mengulangi perjanjian-Nya kepada Abraham (Kejadian 17:1). Bahwa Allah akan memberikan seorang anak yang akan lahir dari Sara sebagai anak perjanjian. Tetapi Abraham berharap bahwa Ismael saja yang menjadi ahli warisnya.
Kejadian 17:18 (BIMK) Lalu berkatalah ia kepada Allah, "Sebaiknya Ismael saja yang menjadi ahli waris saya."
Di sini kita melihat ada mentalitas "yang ada saja" yaitu Ismael yang pada waktu itu sudah berumur tiga belas tahun. Ismael adalah anak Abraham yang lahir dari Hagar, budaknya Sara.
Melalui peristiwa itu kita bisa belajar bahwa:
1. Janji Tuhan itu kekal.
Tuhan akan tetap memegang janji-Nya untuk memberikan keturunan kepada Abraham dan Sara sekalipun secara fisik, kondisinya sudah lanjut dan tidak mungkin melahirkan anak.
2. Bagi Tuhan tidak cukup yang ada.
Yang ada memang seakan-akan tanpa kesulitan dan tanpa tantangan. Padahal Tuhan melatih iman Abraham untuk terus percaya kepada mujizat, lebih dari yang ada dan yang manusia bisa lakukan.
Renungan hari ini:
Ada orang-orang yang mempunyai mentalitas cukup dengan yang ada. Di satu sisi baik, tetapi di sisi lain menghalangi kuasa Tuhan. Akibatnya tidak memiliki visi dan impian, tidak berjalan dalam iman dan tidak mempercayai mujizat. Ketahuilah bahwa Tuhan kita sanggup mengadakan mujizat yang manusia tidak bisa lakukan. Marilah kita semakin selaraskan dengan janji Tuhan sekalipun membutuhkan iman dan tindakan yang lebih besar lagi. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar