Selasa, 11 Pebruari 2025
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 10-12
Bilangan 12:8 (TB) Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
Miryam adalah kakak perempuan dari Musa dan Harun. Nama Miryam memiliki arti "pemberontakan" atau "kepahitan". Ternyata arti namanya juga berpengaruh terhadap perilakunya.
1. Miryam mempermasalahkan kehidupan pribadi Musa.
Bilangan 12:1 (TB) Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
2. Miryam mempermasalahlah otoritas yang Tuhan percayakan kepada Musa.
Bilangan 12:2 (TB) Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
3. Musa adalah seorang yang lembut hatinya dan memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan.
Bilangan 12:3, 7-8 (TB) Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
4. Akibat Miryam mengatai Musa.
Bilangan 12:9-10 (TB) Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.
Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
Setelah Musa memohon agar Tuhan menyembuhkan Miryam, maka hanya tujuh hari Miryam dikucilkan karena sakit kusta. Sesungguhnya Harun juga ikut dalam pemberontakan ini, tetapi Harun adalah seorang yang diurapi dan segera sadar atas kesalahannya.
Bilangan 12:11 (TB) Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami."
Kisah Miryam di atas menolong kita dalam bersikap dan berkata-kata kepada hamba Tuhan. Hamba Tuhan adalah seseorang yang ditahbiskan untuk melayani Tuhan karena panggilan Tuhan dalam hidupnya. Kita harus menahan diri dari perkataan negatif terhadap seorang hamba Tuhan karena akan menyangkut Tuhan sebagai pemberi otoritas. Terlebih lagi bila ternyata hamba Tuhan tersebut adalah seorang yang intim dengan Tuhan dan hidupnya benar di hadapan Tuhan.
Jangan mempermasalahkan kehidupan pribadi atau keputusan dan otoritas seorang hamba Tuhan. Terlebih bila ia hidup sesuai kebenaran firman Tuhan. Mengatai hamba Tuhan, menyebarkan fitnah atau hoax serta gosip akan membuat kita berhadapan langsung dengan Tuhan sebagai pemberi otoritas.
Sebaiknya ketika kita merasa seorang hamba Tuhan bersikap dan bertindak tidak benar maka kita harus berdoa, kiranya Tuhan yang akan meluruskan dan memulihkan dengan cara-Nya. Kita boleh memberikan nasihat atau masukan, tetapi jangan membuat move atau pemberontakan. Kiranya renungan hari ini akan membuat kita semakin bijak dalam berkata-kata dan bersikap terhadap seorang hamba Tuhan. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar