Ketika Kita Tidak Mengerti Keadilan Tuhan



Jumat, 14 Agustus 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 10-12

Yeremia 12:1 (TB)
“Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia?”

Ada saat-saat ketika kita melihat orang yang tidak hidup benar justru tampak berhasil, sementara orang yang berusaha setia kepada Tuhan harus menghadapi banyak pergumulan. Kita pun mungkin bertanya, “Tuhan, mengapa mereka terlihat begitu baik-baik saja, sedangkan saya harus melewati semua ini?”

Yeremia juga pernah memiliki pertanyaan yang sama. Ia tidak sedang meninggalkan Tuhan. Justru ia datang kepada Tuhan dengan pertanyaan yang jujur. Ia mengakui bahwa Tuhan benar, tetapi hatinya tetap ingin memahami mengapa keadilan seolah-olah tidak terlihat.

1. Tuhan tidak takut dengan pertanyaan kita

Tuhan tidak meminta kita berpura-pura kuat di hadapan-Nya. Kita boleh datang dengan hati yang bingung, kecewa, bahkan penuh pertanyaan. Yang penting adalah kepada siapa kita membawa pertanyaan itu.

Yeremia membawa pergumulannya kepada Tuhan. Ini mengajarkan bahwa ketika kita tidak memahami keadaan, jangan menjauh dari Tuhan—datanglah lebih dekat kepada-Nya.

2. Jangan mengukur kebaikan Tuhan dari keadaan orang lain

Keberhasilan orang lain bukan berarti Tuhan sedang memberkati ketidakbenaran mereka. Dan kesulitan yang kita alami bukan berarti Tuhan meninggalkan kita.

Apa yang terlihat hari ini bukanlah keseluruhan cerita. Tuhan melihat sesuatu yang tidak mampu kita lihat. Keadilan-Nya tidak pernah gagal, meskipun waktunya tidak selalu sesuai dengan pengertian kita.

3. Tetap percaya ketika jawaban belum datang

Iman bukan berarti kita selalu memahami apa yang Tuhan lakukan. Iman berarti kita tetap mempercayai siapa Tuhan ketika kita belum mengerti apa yang sedang Dia kerjakan.

Mungkin hari ini kita melihat orang lain maju lebih cepat. Mungkin kita merasa hidup tidak adil. Namun jangan biarkan perbandingan membuat kita kehilangan kepercayaan kepada Tuhan.

Tuhan tetap benar, bahkan ketika keadaan terasa tidak benar.

Jika hari ini ada pertanyaan yang belum terjawab, bawalah kepada Tuhan. Jangan berhenti percaya hanya karena kita belum melihat jawabannya. Waktu Tuhan berbeda, tetapi keadilan dan kesetiaan-Nya tidak pernah berubah.

Doa:
Tuhan, ketika aku melihat keadaan yang tidak kupahami, tolong aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Ampuni aku jika aku terlalu sering membandingkan hidupku dengan orang lain. Ajarlah aku mengingat bahwa Engkau benar, adil, dan setia. Ketika jawabanku belum datang, berikan aku kekuatan untuk tetap berjalan bersama-Mu. Amin.

Renungkan:
Apakah aku tetap percaya kepada Tuhan ketika hidup terasa tidak adil?

Jika renungan ini menguatkanmu, bagikan kepada seseorang yang sedang bergumul dan membutuhkan pengharapan hari ini. (PBW)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages