Senin, 17 Agustus 2026
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 19-21
Yeremia 20:18 (TB)
“Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu?”
Ada saat-saat ketika hidup terasa begitu berat, sampai kita tidak lagi bertanya, “Tuhan, bagaimana aku bisa melewati ini?” tetapi mulai bertanya, “Mengapa aku harus mengalami semua ini?”
Yeremia pernah berada di titik seperti itu. Ia telah menyampaikan firman Tuhan, tetapi justru mengalami tekanan, penderitaan, dan penghinaan. Dalam kesesakannya, ia mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan.
Menariknya, Tuhan tidak menegur Yeremia karena ia jujur. Pergumulan itu dicatat dalam firman Tuhan supaya kita tahu bahwa orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan pun bisa mengalami masa ketika hatinya lelah dan tidak memahami jalan Tuhan.
Namun, Yeremia 20 tidak berhenti pada keluhan. Sebelumnya, Yeremia berkata:
“Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah…” (Yeremia 20:11)
Ini mengingatkan kita bahwa perasaan kita bisa berubah, tetapi penyertaan Tuhan tidak berubah.
Mungkin hari ini kita sedang berada dalam keadaan yang tidak kita mengerti. Doa belum terjawab. Masalah belum selesai. Jalan di depan terasa gelap. Bahkan mungkin kita mulai mempertanyakan maksud Tuhan.
Tidak apa-apa datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Ceritakan luka, kecewa, ketakutan, dan pertanyaan kita kepada-Nya. Tetapi jangan berhenti pada pertanyaan “mengapa?” Biarkan Tuhan membawa kita kepada keyakinan bahwa Dia tetap menyertai kita.
Kita mungkin belum memahami alasan di balik sebuah musim, tetapi kita dapat mempercayai Pribadi yang memegang hidup kita.
Jangan mengambil kesimpulan tentang hidupmu hanya berdasarkan satu musim yang sedang kamu jalani. Kesusahan hari ini bukan berarti Tuhan meninggalkanmu. Air mata hari ini bukan berarti ceritamu berakhir dalam kesedihan.
Tuhan masih bekerja, bahkan ketika kita belum melihatnya.
Doa:
Tuhan, ketika hatiku lelah dan aku tidak mengerti mengapa harus melewati semua ini, tolong aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Aku membawa setiap kesusahan, kedukaan, dan pertanyaanku ke hadapan-Mu. Ingatkan aku bahwa Engkau tidak pernah meninggalkanku. Berikan aku kekuatan untuk terus berjalan dan iman untuk percaya bahwa hidupku tetap berada dalam tangan-Mu. Dalam nama Yesus. Amin. (PBW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar